BerandaPENDIDIKANDelegasi Mahasiswa FDIK UIN Mataram Jadi Narasumber Pendidikan Legislatif di UIN Walisongo...

Delegasi Mahasiswa FDIK UIN Mataram Jadi Narasumber Pendidikan Legislatif di UIN Walisongo Semarang


Semarang (suarantb.com) – Tiga delegasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Pendidikan Legislatif yang berlangsung di UIN Walisongo Semarang, Rabu(21/10/2026).


Mereka adalah Raya Alpareza selaku Ketua SEMA FDIK, M. Yusril Umam Mahardika (Sekretaris Jenderal SEMA FDIK), dan Faturahman, mahasiswa Prodi PMI FDIK. Ketiganya berbagi gagasan tentang penguatan budaya literasi dan tata kelola organisasi kemahasiswaan di hadapan peserta dari lingkungan lembaga mahasiswa.


Kehadiran delegasi FDIK UIN Mataram menjadi bukti bahwa mahasiswa fakultas ini mampu berkontribusi pada forum akademik lintas kampus, sekaligus memperluas jejaring antarlembaga mahasiswa di tingkat nasional.
Sesi pertama diisi Raya Alpareza dengan materi Kesadaran Berorganisasi: Membangun Fondasi Karakter, Kepemimpinan, dan Partisipasi Mahasiswa. Ia menegaskan bahwa organisasi adalah ruang pembentukan nilai yang tidak selalu diperoleh dari ruang perkuliahan.


“Kesadaran berorganisasi harus tumbuh dari dalam diri mahasiswa. Tanpa itu, struktur organisasi sebaik apa pun hanya akan berhenti sebagai formalitas,” ujarnya.


Menurutnya, karakter, kepemimpinan, dan partisipasi aktif menjadi tiga fondasi organisasi mahasiswa yang sehat.


Pembahasan berlanjut pada aspek kelembagaan melalui paparan M. Yusril Umam Mahardika bertema Demokrasi dan Legislasi: Memahami Sistem Kelembagaan, Aturan, dan Mekanisme Demokrasi Kampus.


Yusril menekankan bahwa demokrasi kampus tidak berhenti pada proses memilih dan dipilih. “Demokrasi kampus hidup ketika setiap lembaga memahami kewenangannya, setiap aturan dijalankan konsisten, dan setiap aspirasi memiliki jalur yang jelas,” katanya.


Mahasiswa yang memahami aturan, lanjutnya, akan lebih kritis sekaligus tertib dalam memperjuangkan aspirasi.


Sementara Faturahman menyampaikan materi Literasi dan Kritik Kebijakan: Mengembangkan Kemampuan Menganalisis, Mengkritisi, dan Menawarkan Solusi terhadap Kebijakan Kampus. Ia mengajak peserta menjadikan kritik sebagai kontribusi, bukan sekadar reaksi.


“Kritik yang baik berangkat dari data dan pemahaman, lalu ditutup dengan solusi. Di sanalah mahasiswa menunjukkan kualitas intelektualnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan membaca dan berdiskusi membuat mahasiswa lebih tajam menilai kebijakan dan lebih bijak menyampaikannya.


Melalui kegiatan ini, FDIK UIN Mataram berharap dapat terus menghadirkan mahasiswa yang berkarakter, melek aturan, dan berdaya kritis, sekaligus mendorong terwujudnya lembaga kemahasiswaan yang unggul dan profesional. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO