Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 di Pendopo Wali Kota Mataram, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Bulan Bahasa dan Sastra serta apresiasi kepada lembaga yang berkomitmen menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah di ruang publik dan dalam tata naskah dinas.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai Bahasa NTB, Dr. Arie Andrasyah Isa, perwakilan Ombudsman RI di NTB, Asisten III Sekretariat Daerah Kota Mataram, tokoh adat, sastrawan, serta puluhan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa NTB Arie Andrasyah Isa mengatakan, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra merupakan bentuk komitmen untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan mengembangkan kehidupan sastra di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, sebelum puncak peringatan digelar, Balai Bahasa NTB telah melaksanakan sejumlah kegiatan. Di antaranya, Forum Diskusi Daring Seri 20, peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bersama SMPN 1 Labuapi, serta siaran kebahasaan dan sastra melalui kanal sejumlah media nasional.
“Rangkaian ini menjadi upaya kami untuk mendekatkan layanan kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat melalui beragam ruang dan media,” ujarnya.
Menurut Arie, salah satu strategi utama Balai Bahasa NTB dalam menjalankan tugasnya adalah membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, serta masyarakat.
Ia menegaskan, pemajuan bahasa dan sastra tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dalam mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas.
Selain itu, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemahiran berbahasa, sementara para sastrawan dan komunitas sastra berkontribusi dalam menghidupkan serta mengembangkan karya sastra.
Arie menyebutkan, upaya tersebut sejalan dengan semangat Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Pada puncak peringatan tersebut, Balai Bahasa NTB juga memberikan penghargaan kepada lembaga yang dinilai berkomitmen dalam penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi lembaga lain untuk terus meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. (pan)



