BerandaNTBLOMBOK TIMURUni Eropa Bantu Atasi Problematika Sosial dan Ekonomi di Lotim

Uni Eropa Bantu Atasi Problematika Sosial dan Ekonomi di Lotim

Selong (Suara NTB) -Uni Eropa turut membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam mengatasi berbagai problematika sosial dan ekonomi masyarakat melalui sejumlah program pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Pada 2026, dukungan tersebut menyasar empat wilayah dengan fokus kegiatan berbeda, mulai dari pengembangan pertanian lahan kering hingga pengolahan sumber daya alam menjadi energi alternatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Juaini Taofik, menjelaskan bahwa dirinya mewakili Bupati Lombok Timur menerima silaturahmi sekaligus ekspos program dari perwakilan Uni Eropa di kantor Bupati Lotim, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, dukungan Uni Eropa tersebut menjadi bagian dari pendekatan collaborative governance atau tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, lembaga pendanaan, organisasi nonpemerintah (NGO), serta masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Program ini sumbernya bukan dari APBD, tetapi kita memilih pendekatan collaborative governance dengan mengundang funding, dalam hal ini Uni Eropa,” jelasnya.

Ia memaparkan, terdapat empat program yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Lombok Timur pada 2026. Pertama, di Kecamatan Suela, program diarahkan pada penerapan teknologi irigasi tetes untuk mendukung pengembangan pertanian di lahan kering.

Kedua, di Sembalun, dukungan difokuskan pada pengembangan ekosistem tenun agar kegiatan ekonomi berbasis kerajinan lokal tersebut dapat terus berkembang. Program ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Ketiga, di Desa Tete Batu Selatan, program menyasar pemanfaatan biogas untuk mendukung kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produksi gula aren. Pemanfaatan energi alternatif ini diharapkan dapat membantu menunjang kebutuhan energi dalam proses produksi.

Sementara itu, program keempat dilaksanakan di Labuhan Haji dengan memanfaatkan rumput laut jenis Sargassum sebagai bahan baku bioetanol. Inisiatif tersebut menjadi salah satu upaya mengembangkan potensi sumber daya lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, Uni Eropa juga bekerja sama dengan organisasi nonpemerintah, termasuk melalui keterlibatan NGO lokal. Sejumlah lembaga yang disebut terlibat di antaranya LRC, Gema Alam, Speaker Kampung, serta komunitas di Sembalun.

Juaini mengatakan, pendekatan program disesuaikan dengan karakteristik kegiatan dan kebutuhan masyarakat. Ada program yang menyasar langsung rumah tangga sebagai penerima manfaat, sementara program lainnya dilaksanakan melalui kelompok masyarakat, seperti dalam pengembangan biogas.

Selain memaparkan kerja sama dengan Uni Eropa, Juaini juga menyampaikan perkembangan penurunan angka kemiskinan di Lombok Timur. Berdasarkan data yang dipaparkannya, persentase kemiskinan di daerah tersebut terus mengalami penurunan.

Pada 2025, angka kemiskinan Lombok Timur tercatat sebesar 13,58 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 12,68 persen pada 2026. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO