Praya (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Tengah (Wabup Loteng), Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., bersama Dandim 1620/Loteng, Letkol Arn Muhammad Arifin dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya, turun langsung memantau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di sejumlah desa. Sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Kopang, Praya dan Praya Barat didatangi langsung, pada Kamis (29/10).
Selain memantau kondisi keamanan secara langsung, kehadiran Wabup Loteng bersama tim sekaligus untuk memberikan semangat kepada petugas TPS yang ada. Terakhir, saat memantau pelaksaan pemungutan suara di TPS 2 Dusun Karang Dalem Desa Batujai, Wabup Loteng bersama istri sekaligus menggunakan hak suaranya.
“Secara umum pelaksanan pemungutan suara berjalan aman dan lancer,” tegas Nursiah, kepada awak media.
Memang di beberapa tempat, pihaknya mendapat laporan kalau tingkat partisipasi masyarakat masih rendah. Namun secara umum sudah cukup bagus. Dalam hal ini tentu pihaknya tidak bisa memaksa masyarakat harus menggunakan hak suaranya, karena itu hak masing-masing orang yang harus dihormati.
Kini, setelah proses pemunguatan suara berlangsung, yang paling penting masyarakat harus mau menerima apapun hasil pilkades. Ini sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi. Siapa pun calon kepala desa terpilih, itulah pemimpin pilihan terbaik bagi masyarakat dan harus didukung bersama.
Kalau pun nanti, ada pihak-pihak yang merasa belum puas dengan hasil pilkades, silakan menempuh jalur yang sudah ada. Tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang bisa merugikan orang banyak.
“Mari dewasa berdemokrasi. Dengan menerima siapapun yang terpilih dalam pilkades. Karena itulah pilihan yang terbaik bagi masyarakat,” ajaknya.
Hal senada juga disampaikan Dandim 1620/Loteng Letkol Arh Muhamad Arifin. Ia mengatakan yang terpenting saat ini seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, dan lancar. Pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu perselisihan yang dapat mengakibatkan situasi pilkades jadi gaduh dan tidak kondusif.
“Siapa pun yang terpilih nantinya itu merupakan hasil pilihan masyarakat. Mari kita kedepankan persaudaraan, menjaga kondusivitas wilayah dan bersama-sama mendukung pembangunan desa,” imbuhnya. (kir)



