Mataram (Suara NTB) — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram memperkuat kegiatan patroli serta memperketat langkah strategis guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini diambil menyikapi insiden kekerasan yang diduga melibatkan aksi geng motor pada awal pekan lalu.
Kepala Bakesbangpol Kota Mataram, Muhammad Israk Tantawi Jauhari, di Mataram, Kamis, mengatakan bahwa kebijakan tersebut ditekankan menyusul hasil koordinasi lintas instansi bersama jajaran Polresta Mataram, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan patroli kota.
“Hasil koordinasi lintas sektor kemarin, beberapa instansi yang memiliki akses anggota untuk berpatroli se-Kota Mataram akan diaktifkan kembali,” ujarnya pada Jumat (30/10).
Langkah antisipasi ini merespons insiden kekerasan yang terjadi pada Minggu (25/10) di empat lokasi berbeda dalam satu malam di Kota Mataram, yakni di kawasan Punia, depan Lombok Epicentrum Mall, Ampenan, dan Jalan Udayana. Akibat kejadian tersebut, seorang siswa SMP dilaporkan meninggal dunia.
Israk menilai evaluasi terhadap jam rawan patroli sangat penting dilakukan. Meskipun kegiatan patroli selama ini telah berjalan secara rutin, Bakesbangpol menyoroti perlunya penyesuaian waktu agar lebih tepat sasaran dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Berdasarkan evaluasi atas kejadian sebelumnya, gangguan keamanan kerap terjadi pada waktu dini hari menjelang subuh, yakni sekitar pukul 04.00 Wita hingga 05.00 Wita.
“Walaupun patroli sudah aktif, hal yang perlu dievaluasi adalah waktunya, sebab momen-momen rawan justru terjadi pada dini hari hingga menjelang subuh,” jelasnya.
Oleh karena itu, pola dan jadwal patroli bersama yang sebelumnya difokuskan pada tengah malam pukul 23.00 Wita, 24.00 Wita, hingga 01.00 Wita, kini akan disesuaikan secara lebih komprehensif guna mencegah potensi gangguan pada waktu dini hari.
Selain mengandalkan patroli aparat penegak hukum dan instansi pemerintah, Bakesbangpol menegaskan bahwa kunci utama penjagaan Kamtibmas tetap terletak pada kesadaran masyarakat, khususnya peran aktif para orang tua di lingkungan keluarga.
Pihaknya mengimbau kepada para orang tua di rumah agar lebih peduli dalam mengawasi serta mengecek keberadaan dan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.
“Peran warga masyarakat dan peran orang tua adalah yang paling utama. Tolonglah para orang tua, ayah dan bunda yang ada di rumah, dicek dan awasi anak-anaknya,” pesan Israk. (pan)



