GEMERLAP cahaya panggung Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026 perlahan meredup seiring berakhirnya perhelatan dua tahunan tersebut. Namun, semangat untuk membumikan Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiah, dan melahirkan generasi Qur’ani diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, di Venue Utama Lapangan Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, Kamis (29/10) malam.
Wakil Wali Kota Mataram menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus senantiasa dipelajari, dipahami, dan diamalkan. Selain menjadi tuntunan dalam menjalani kehidupan, al-qur’an juga memiliki peran penting sebagai perekat dan pemersatu umat, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kepada seluruh masyarakat Kota Mataram, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pemersatu. Kita tingkatkan ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan-kegiatan positif seperti yang kita laksanakan malam ini,” tutur TGH Mujiburrahman.

Ia juga mengingatkan bahwa orang-orang yang mempelajari, menekuni, dan mengamalkan Al-Qur’an memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Karena itu, seluruh peserta STQH patut mendapatkan penghargaan atas kesungguhan mereka dalam mempelajari dan mendalami nilai-nilai Al-Qur’an.
“Kepada semua peserta, saya mengucapkan selamat. Sesungguhnya, kalian semua adalah pemenang. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia, yaitu mereka yang senantiasa mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Mereka adalah orang-orang istimewa di sisi Allah SWT. Karena itu, mari kita hormati, hargai, dan terus berikan dukungan kepada mereka,” ungkapnya.
Wawali berharap pelaksanaan STQH dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk semakin meningkatkan perhatian terhadap kehidupan akhirat melalui amal saleh dan berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
“Karena mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan kembali kepada kehidupan yang sesungguhnya, yaitu kehidupan akhirat. Negeri akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya manusia mengetahui. Oleh karena itu, kita membutuhkan berbagai perantara melalui kegiatan dan amalan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan akhirat,” tutup Wakil Wali Kota Mataram.
Pada perhelatan STQH XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026, Kecamatan Mataram selaku tuan rumah berhasil meraih juara umum dengan total nilai 185. Posisi kedua ditempati Kecamatan Ampenan dengan nilai 120, diikuti Kecamatan Selaparang di posisi ketiga dengan nilai 90.
Selanjutnya, Kecamatan Sekarbela menempati posisi keempat dengan nilai 70, Kecamatan Sandubaya di posisi kelima dengan nilai 45, dan Kecamatan Cakranegara berada di posisi keenam dengan nilai 25.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Mataram H. L. Alwan Basri, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram Hj. Waridah Mujiburrahman, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Mataram Hj. Lale Rasminingsih Alwan Basri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, pimpinan dan anggota DPRD Kota Mataram, staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah se-Kota Mataram, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (r/cem/*)



