BerandaNTBDewan Sarankan NTB Mundur Jadi Tuan Rumah PON 2028 Jika Tetap Dibebankan...

Dewan Sarankan NTB Mundur Jadi Tuan Rumah PON 2028 Jika Tetap Dibebankan Rp1 Triliun

Mataram (Suara NTB) – Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan olahraga menilai sangat tidak logis jika daerah tuan rumah harus menyiapkan anggaran sampai Rp1 triliun untuk pelaksanaan PON 2028. Ditengah tekanan fiskal daerah, hal itu dinilai sangat mustahil bisa dipenuhi.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPRD NTB Made Slamet. Dia menegaskan bahwa kewajiban tuan rumah PON 2028 menyiapkan dana Rp1 triliun sesuai permintaan KONI Pusat, sangat tidak logis.

“Jika sekarang, semua beban dikenakan ke daerah yang menjadi tuan rumah. Ini nggak logis dan tidak fair,” tegas Made Slamet pada Selasa (3/11).

Ia menegaskan tujuan utama NTB bersama NTT menjadi tuan rumah PON 2028 dan kini dibantu DKI Jakarta, tidak lain agar pemerintah pusat membantu tuan rumah membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan PON.

Namun jika sebaliknya justru daerah yang harus menguras kocek sendiri untuk membiayai even nasional tersebut. Opsi yang paling realistis bagi NTB adalah mundur sebagai tuan rumah. Pasalnya sangat mustahil APBD NTB bisa mampu membiayai sampai Rp1 triliun untuk PON.

“Jika lagi daerah dibebankan. Kemudian ada kewajiban harus ada dana untuk PON 2028 sampai Rp1 triliun, baiknya NTB mundur saja sebagai tuan rumah PON. KONI Pusat, jelas namanya main-main,” tegas Made.

Menurut politisi PDIP itu dengan kondisi fiskal daerah yang kini tertekan. Akibat, pemerintah pusat menahan 50 persen dana bagi hasil (DBH) untuk Pemprov NTB mencapai lebih dari Rp600 miliar hingga Oktober 2026, tentunya kewajiban Rp1 triliun ini, sangat berat.

“Apalagi, saat ini, mayoritas program pembangunan daerah tertunda dengan kondisi APBD NTB yang memprihatinkan,” ungkapnya.

Karena itu pihaknya mendesak Gubernur Lalu Muhamad Iqbal agar berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan KONI pusat, kaitan dengan kewajiban dana Rp1 triliun tersebut. Sebab, jika APBD dipaksakan untuk membiayai seluruh pembiayaan PON 2028, DPRD NTB memastikan akan melakukan penolakan.

“Kami tunggu kemampuan lobi Pak Gubernur soal ini. Karena kondisi sekarang saja, kita semuanya sudah kelimpungan, lagi ada kewajiban dana Rp1 triliun,” ucapnya.

Sebelumnya nada penolakan juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD NTB Muzihir. Dia juga menilai, sangat mustahil APBD NTB akan dibebankan sampai Rp1 triliun untuk penyelenggaraan PON 2028. Pasalnya fiskal daerah dipastikan tidak akan mampu untuk mengalokasikan anggaran sebesar itu. “Barang mustahil (Pembiayaan PON) kalau pakai APBD,” tegasnya. ” Tegasnya. (ndi)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO