Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Provinsi NTB tengah turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) untuk melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi konstituen. Aspirasi tersebut nantinya akan dibawa anggota dewan untuk menjadi program dalam APBD.
“Kegiatan reses ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat untuk turun langsung ke tengah masyarakat, menjalin silaturahmi, sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, dan persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar anggota DPRD NTB, H M. Jamhur yang dikonfirmasi pada Rabu (4/11).
Disampaikan oleh politisi PKB itu bahwa kegiatan reses anggota DPRD NTB bukan sekadar agenda rutin. Melainkan ruang dialog untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara langsung. Setiap masukan yang disampaikan menjadi catatan penting dalam memperjuangkan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah.
Insya Allah, seluruh aspirasi yang dihimpun akan kami pelajari dan perjuangkan melalui mekanisme serta kewenangan yang ada di DPRD Provinsi NTB untuk mendorong pembangunan yang lebih merata dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Anggota DPRD NTB dari dapil II yang meliputi Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara itu sudah turun di berbagai titik untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, dan kebutuhan masyarakat. Melalui dialog bersama warga, kami berupaya memahami persoalan yang dihadapi serta hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.
“Bagi kami, mendengarkan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas sebagai wakil rakyat. Sebab, setiap aspirasi yang disampaikan menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebijakan dan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Jamhur mengungkapkan bahwa pihaknya menangkap berbagai masukan dan usulan dari masyarakat mengenai kondisi jalan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian, termasuk kebutuhan akan penerangan jalan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
Selain itu, persoalan pelayanan air bersih juga menjadi perhatian masyarakat. Sebagai wilayah yang menjadi salah satu sumber mata air, warga berharap adanya perhatian dan respons yang lebih baik dari pihak PDAM terhadap berbagai keluhan yang selama ini disampaikan.
“Setiap aspirasi yang disampaikan tentu menjadi catatan penting bagi kami. Insya Allah, seluruh masukan tersebut akan kami tindaklanjuti dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan serta mekanisme yang berlaku,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan harapan terkait dukungan sarana ibadah, kemudian terkait kebutuhan air bersih. Warga berharap adanya pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat.
“Kami menyadari bahwa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, kegiatan reses seperti ini menjadi ruang penting untuk mendengar langsung suara warga sekaligus menjembatani berbagai kebutuhan masyarakat dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (ndi)



