Selong (Suara NTB) – Menjelang momentum Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi momentum memperkuat kebersamaan seluruh tenaga kesehatan sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan pelayanan kesehatan, termasuk keterbatasan kapasitas tempat tidur rawat inap di sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, H. Lalu Aries Fahrozi, diwawancara beberapa waktu lalu, menjelaskan, soal keterbatasan kapasitas tempat tidur rawat inap di sejumlah puskesmas. Lalu Aries menjelaskan, mengacu pada ketentuan Permenkes Tahun 2024, standar fasilitas puskesmas ditetapkan memiliki 10 tempat tidur.
Namun, ketentuan tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pelayanan di lapangan. Dengan jumlah penduduk 1,4 juta jiwa lebih, kapasitas 10 tempat tidur di sejumlah puskesmas kerap tidak mencukupi. Akibatnya, pasien harus menghadapi antrean, bahkan tidak dapat tertampung untuk mendapatkan pelayanan rawat inap ketika seluruh tempat tidur sudah terisi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Puskesmas Suralaga. Keterbatasan kapasitas tempat tidur di fasilitas kesehatan tersebut juga dipengaruhi kondisi ruangan yang terbatas.
“Kondisi ini menjadi perhatian karena kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan rawat inap cukup tinggi. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan perawatan justru tidak bisa tertampung karena keterbatasan kapasitas,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan itu, Dikes Lotim mengaku telah menyampaikan aspirasi dan melakukan koordinasi langsung dengan BPJS Kesehatan serta Kementerian Kesehatan
Salah satu usulan yang disampaikan adalah agar puskesmas tertentu dengan kebutuhan pelayanan tinggi diberikan fleksibilitas kapasitas tempat tidur, sehingga tidak harus dibatasi hanya 10 unit.
Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan perawatan dapat tetap terakomodasi tanpa terkendala keterbatasan daya tampung fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Selain kapasitas tempat tidur, penyesuaian fasilitas ruangan juga menjadi perhatian. Dikes berupaya agar pengembangan maupun penyesuaian ruangan puskesmas tetap mengacu pada prototipe resmi yang telah ditentukan oleh kementerian.
Di samping itu, peringatan HKN tahun ini melibatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), baik rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, seluruh puskesmas hingga klinik yang ada di Lotim.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang diselenggarakan bukan semata-mata untuk mencari pemenang atau juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh tenaga kesehatan.
Rangkaian kegiatan HKN ke-62 diisi dengan berbagai perlombaan, gerak jalan, hingga jalan santai. Sementara puncak peringatan direncanakan berlangsung melalui resepsi HKN yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial (baksos) di Lapkesmas.
Momentum tersebut juga direncanakan menjadi agenda peluncuran atau launching Lapkesmas oleh Bupati H. Haerul Warisin. Dengan mengusung tagline “Sehat untuk Semua”, peringatan HKN diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh unsur kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (rus)



