BerandaNTBKOTA MATARAMKenang 9 Hari Kepergian Gibran, Nyayu Ernawati Gelar Doa Bersama Anak Yatim

Kenang 9 Hari Kepergian Gibran, Nyayu Ernawati Gelar Doa Bersama Anak Yatim

Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Kota Mataram dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ampenan, Nyayu Ernawati, S.Sos., menggelar doa bersama untuk mengenang sembilan hari meninggalnya Muhammad Gibran Anugerah Aditya bin Hadi Siswanto Atmojo, korban pembacokan di kawasan Udayana, Kota Mataram.

Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung di rumah aspirasi Nyayu Ernawati di Ampenan, Jumat (6/11) siang. Acara ini dihadiri sejumlah anak yatim yang merupakan teman-teman almarhum selama mengikuti kegiatan pengajian di Rumah Yatim Al-Yusuf. Doa bersama dipimpin oleh H. Muhammad Rafi’i.

Nyayu mengatakan, kegiatan tersebut digagas sebagai bentuk kepedulian sekaligus untuk mengirimkan doa bagi almarhum bersama teman-teman pengajiannya. Menurutnya, selama ini Gibran rutin mengikuti pengajian di Rumah Yatim Al-Yusuf bersama dua orang adiknya.

“Doa bersama ini dengan teman-temannya Gibran. Selama ini Gibran mengaji di Rumah Yatim Al-Yusuf. Jadi, biar teman-temannya juga ikut mendoakan dan mengirimkan doa untuk Gibran,” ungkap Politisi PDI Perjuangan ini kepada Suara NTB kemarin.

Nyayu mengungkapkan, Gibran dikenal sebagai sosok anak yang penyayang dan memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap kedua adiknya. Bahkan, dalam kesehariannya, Gibran selalu berusaha menjaga dan membimbing adik-adiknya.

Menurut Sekretaris Komisi IV ini, sikap Gibran tersebut terlihat ketika mengikuti kegiatan pengajian. Ia kerap datang bersama kedua adiknya dan selalu memastikan mereka mendapat perhatian. Gibran juga dikenal sebagai anak yang dekat dengan lingkungan pengajian serta teman-temannya.

Nyayu menambahkan, kepergian Gibran meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat, teman sekolah, hingga teman pengajiannya yang datang memberikan penghormatan selama pelaksanaan tahlilan di rumah keluarga korban.

Sementara itu, ibu almarhum, Ewiyani, mengenang putranya sebagai anak yang pendiam, penurut, dan tidak pernah menyusahkan orang tua. Sejak kecil, Gibran juga memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan. Salah satunya dengan ikut mengumpulkan sumbangan untuk amal masjid dari rumah ke rumah.

Guru ngaji Gibran, Dery Inzagi, juga menyampaikan bahwa almarhum merupakan anak yang baik dan tidak pernah membuat keributan selama mengikuti pengajian. Ia mengaku tidak menyangka Gibran harus menjadi korban tindak kekerasan hingga meninggal dunia.

Menurutnya, selama sekitar empat tahun mengikuti pengajian, Gibran dikenal pendiam, santun, serta memiliki perhatian besar terhadap adik-adiknya.

Melalui doa bersama tersebut, keluarga, teman-teman pengajian, dan masyarakat berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mengenang kebaikan Gibran yang semasa hidup dikenal sebagai anak yang penyayang dan dekat dengan lingkungan sekitarnya. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO