Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 88 murid kelas VI dari SDN 3 Pancor, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), bersama 8 guru pendamping melakukan kunjungan ke Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu, 2 Oktober 2024. Acara yang berlangsung di Aula Cilinaya ini dihadiri perwakilan Kantor Bahasa NTB, Kasman dan Toni Samsul Hidayat, yang menyambut hangat para siswa.
Perwakilan ke tujuh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) secara bergantian memberikan materi singkat. Hal ini sebagai upaya pengenalan pelaksanaan tugas dan fungsi kebahasaan dan kesastraan yang diemban oleh Kantor Bahasa NTB. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan Kantor Bahasa NTB melalui pemaparan profil lembaga.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Bahasa NTB, Puji Retno Hardiningtyas, mengutarakan apresiasi positif atas kunjungan ini. Terlebih lagi, SDN 3 Pancor merupakan mitra aktif yang selama ini sering mendukung kegiatan Kantor Bahasa NTB, mulai dari Festival Tunas Bahasa Ibu, Uji Keterbacaan Hasil Terjemahan Cerita Anak, dan beberapa kegiatan lainnya.
“Kami berharap kunjungan ini mampu membuka wawasan dan pengetahuan seluruh unsur pendidik SDN 3 Pancor mengenai Kantor Bahasa NTB,” ujar Puji Retno.
Kegiatan dibuka Koordinator Teknis, yaitu Kasman. Bersama dengan rekan lainnya, ia memaparkan materi pengenalan kebahasaan dan kesastraan kepada guru dan siswa. “Adik-adik harus bangga sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan bahasa. Selain bahasa Indonesia, Adik-adik juga bisa menggunakan bahasa Sasak dan bahasa asing. Hal itu merupakan suatu kebanggaan,” ujar Toni Samsul Hidayat mewakili KKLP Pembinaan Bahasa dan Hukum.
Dalam kunjungan ini, Tim UKBI Adaptif Merdeka yang diwakili oleh Kasman dan Ni Made Yudiastini menyosialisasikan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka. Program ini dinilai lebih cocok untuk siswa sekolah dasar, guna meningkatkan keterampilan berbahasa mereka.
Kepala SDN 3 Pancor, Hj. Rohimah, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak Kantor Bahasa NTB. “Sebagai generasi muda, kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia dan akan lebih hebat lagi jika menguasai bahasa asing. Saya berharap siswa SDN 3 Pancor menjadi anak-anak yang sukses,” tuturnya. Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya melestarikan bahasa daerah dan mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia dan bahasa asing. (ron)



