spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANDosen Stikes Yarsi Mataram Lakukan Pemberdayaan Masyarakat melalui Posyandu Keluarga Berbasis “Community...

Dosen Stikes Yarsi Mataram Lakukan Pemberdayaan Masyarakat melalui Posyandu Keluarga Berbasis “Community as Partner”

Mataram (Suara NTB) — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Mataram telah mengadakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Posyandu Keluarga berbasis model Community as Partner, pada 2-4 September 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat di wilayah Mataram dan sekitarnya. Program ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) DIKTI.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Stikes Yarsi Mataram, Irwan Hadi.

Posyandu Keluarga merupakan bentuk layanan kesehatan terpadu yang ditujukan untuk memberikan layanan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia. Melalui pendekatan Community as Partner, program ini melibatkan masyarakat setempat sebagai mitra aktif dalam berbagai kegiatan kesehatan. Konsep ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sehingga mereka dapat berperan dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya secara mandiri.

Program ini diawali dengan sosialisasi dan pelatihan kepada kader kesehatan dan masyarakat setempat mengenai pentingnya posyandu dan manfaat dari layanan kesehatan terpadu. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Stikes Yarsi Mataram memberikan pendampingan intensif serta materi pelatihan mengenai berbagai isu kesehatan, seperti gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit menular. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam pengelolaan posyandu, sehingga mereka dapat memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan program ini.

Salah satu inovasi dalam Posyandu Keluarga berbasis Community as Partner adalah pemanfaatan teknologi sederhana untuk pencatatan dan pemantauan kesehatan keluarga. Dengan dukungan dari DRTPM DIKTI, program ini telah berhasil mengembangkan aplikasi sederhana untuk memudahkan kader posyandu dalam melakukan edukasi dan konseling. Melalui aplikasi ini, kader posyandu keluarga mampu memberikan edukasi dan koseling kepada Masyarakat secara real time dan digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Stikes Yarsi Mataram, Irwan Hadi menyatakan bahwa pendekatan Community as Partner sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. “Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa dalam mengikuti kegiatan posyandu ini. Dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra, mereka merasa memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan lingkungan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, program ini juga memberikan dampak positif pada peningkatan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Selain layanan kesehatan rutin, program ini juga menyediakan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes millitus, stroke, jantung, dan kanker. Para dosen dan kader kesehatan mengadakan sesi penyuluhan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Penyuluhan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.

Program Posyandu Keluarga ini juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan lansia. Banyak lansia yang membutuhkan perhatian lebih karena kondisi fisik yang rentan. Melalui program ini, para kader kesehatan dilatih untuk memberikan pelayanan khusus bagi lansia, seperti pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta pemantauan kesehatan secara berkala. Para lansia juga diajarkan senam kesehatan yang dapat dilakukan di rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang besar dari masyarakat. Ibu Rahma selaku ketua forium kader se-Kelurahan Rembiga yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Kami merasa senang karena mendapatkan pelatihan dan pendampingnan serta edukasi langsung dari para dosen, tenaga kesehatan dan juga bisa memantau kesehatan keluarga secara rutin. Biasanya, kami hanya datang ke Puskesmas saat ada keluhan, tetapi sekarang kami lebih sadar untuk rutin mengecek kesehatan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan unsur pemerintah setempat. Bekerja sama dengan Kelurahan Remiga, PKM Selaparang, dan Dinas Kesehatan Kota Mataram, program ini berhasil mendapatkan dukungan dalam bentuk fasilitas kesehatan dan bahan edukasi. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Posyandu Keluarga sehingga dapat terus berjalan meskipun pengabdian ini selesai.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat mengurangi kejadian pada penyakit tidak menular di wilayah Mataram dan mampu meningkatkan akses layanan kepada Masyarakat. Zaroan Supriyadi selaku Kepala PKM Selaparang menyatakan bahwa pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan dapat menjadi model dalam penanganan masalah stunting dan gizi buruk.

“Kami berharap, melalui Posyandu yang dikelola oleh masyarakat sendiri, angka penyakit tidak menular dan angka stunting dapat ditekan, serta terintegrasi dengan pelayanan kesehatan lainnya yang masuk dalam program Integrasi Layanan Primer (ILP),” ujarnya.

Program ini juga menghadirkan evaluasi berkala yang melibatkan seluruh pihak terkait. Melalui evaluasi ini, program diharapkan dapat berjalan lebih baik dan menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Program ini didanai oleh DRTPM DIKTI melalui P3M Stikes Yarsi Mataram berharap program ini dapat menjadi contoh bagi program studi dan dosen lainnya untuk dapat mengimplementasikan kepakaran dan keilmuan dalam program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

Ke depannya, Tim Pengabdian Masyarakat Stikes Yarsi Mataram berencana untuk mengembangkan program ini dengan menambah layanan kesehatan mental dalam Posyandu Keluarga. Layanan ini dirancang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dan cara mengenali tanda-tanda gangguan mental. Program ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental.

Melalui program pengabdian masyarakat ini, para dosen Stikes Yarsi Mataram berharap dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Program ini membuktikan bahwa dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak, kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan secara menyeluruh. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri. (ron)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO