Sumbawa Besar (Suara NTB) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sumbawa, memastikan telah melakukan penyerapan gabah setara beras sebesar 22.000 ton dari target tahun 2024 sebesar 18.000 ton.
“Target serapan kita sudah terpenuhi, beras tersebut juga diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumbawa hingga akhir tahun,” kata pimpinan cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kenapa wartawan, Jumat, 11 Juli 2024.
Penyerapan beras sebesar 22.000 ton tersebut nantinya akan dijadikan sebagai beras cadangan pangan pemerintah. Beras Pemerintah nantinya bisa dikeluarkan ketika terjadi kondisi yang tidak diinginkan salah satunya bencana alam.
“Penyerapan gabah setara beras itu dilakukan untuk kebutuhan cadangan pangan pemerintah dalam rentan waktu satu tahun,” ucapnya.
Dikatakannya, untuk harga beras yang diterima digudang Bulog senilai Rp11.000 per kilogramnya. Sementara untuk gabah dihargai sebesar Rp7.500 per kilogramnya dengan kadar air 17 persen supaya rusak saat disimpan di gudang nantinya.
“Harga tersebut sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah termasuk kualitasnya, karena diperuntukkan untuk beras cadangan pemerintah,” sebutnya.
Dia pun menyakinkan meski target serapan tersebut sudah tercapai, namun pihaknya tetap akan melakukan penyerapan ketika terjadi gejolak (harga beras anjlok). Hal tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga sekaligus membantu petani supaya tidak merugi.
“Tetap kita lakukan penyerapan gabah setara beras, karena nantinya juga akan ada mobilisasi beras yang biasanya ke NTT, tetapi untuk tahun ini kami menunggu petunjuk,” tukasnya. (ils)


