spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATEnam Desa di Labuapi Terdampak Banjir, Warga Minta Dibangun Beronjong Sepanjang Sungai

Enam Desa di Labuapi Terdampak Banjir, Warga Minta Dibangun Beronjong Sepanjang Sungai

Giri Menang (Suara NTB) – Tercatat sebanyak 2.164 Kepala Keluar (KK) di enam desa di Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) terdampak bencana banjir yang terjadi Senin, 10 Februari 2025. Tersebar di Desa Parempuan sebanyak 1.162 KK atau 3.486 jiwa, Karang Bongkot sebanyak 198 KK dengan 576 jiwa, Kuranji Induk 114 KK dengan 350 jiwa, Kuranji Dalang 322 KK atau 1.110 jiwa, Desa Bajur 350 KK dengan 1050 jiwa dan Desa Telaga Waru sebanyak 18 KK atau 55 jiwa.

Atas kondisi ini warga masyarakat dan Pemdes pun mendesak agar pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) membangun beronjong di sepanjang sungai tersebut. “Kami berharap agar beronkkng Sungai dibangun, karena tiap kali hujan meluap ke permukiman,”kata Sekdes Karang Bongkot Kaharudin kemarin.

Dikatakan, ribuan warga terdampak banjir di daerahnya yang tersebar hampir semua dusun. Yang paling parah, kata dia di dusun yang berada di dekat dengan bantaran sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pihaknya sudah mengusulkan penanganan beronjong sungai setiap kali digelar Musrenbangcam. Namun belum ada tindaklanjut atau realisasi Pemkab maupun pihak terkait seperti BWS.

Sementara itu Camat Labuapi Lalu Rifhandani mengatakan Dapur Umum dan Posko Pengungsian sudah didirikan Tim penanganan Bencana Pemkab Lombok Barat (Lobar). Bantuan untuk kebutuhan makan terus didistriibusikan pihaknya untuk membantu warga yang sedang menggungsi.

Ditambah pelayanan kesehatan juga dikerahkaan untuk memastikan warga yang mengungsi tidak terjangkit penyakit.

Meski demikian, Lalu Rifhandani mengaku sudah meminta pemerintah desa (Pemdes) tetap melakukan pendataan warga yang terdampak bencana. Seluruh warga yang terdampak bencana diakuinya sudah diungsikan termasuuk daerah yang rawan bencana kondisi saat ini.

“Alhamdulillah tim Kabupaten sudah menyiapkan  dapur umum. Alhamudlillah Kantor Camat jadi posko pusat kabupaten untuk penanganan bencana. Sehingga kita tidak sulit saat menyampaikak kebutuhan,” ucapnya.

Menurutnya meski posko pengungsian sudah didirikan di beberapa titik, namun sebagian masyararkat memilih mengungsi di rumah  sanak keluarganya. Pihaknya tetap mengimbau masyaraakat untuk tetap waspada dengan kondisi cuara ektrem. Bahkaan meminta warga segera mengungsi jika ada indikasi meluapnya sungai.

“Kita sudah merayu warga dari semalam supaya menempati tenda pengungsian, tetapi hanya sebagian kecil menempati tenda. Lebih banyak mengungsi ke rumah warga yang tidak terdampak banjir, masjid dan mushola” jelas Kepala Pelaksanan BPBD Lobar,H Sabidin yang dikonfirmasi disela memantau dapur umum.

Sabidin meyakini untuk kebutuhan makanan korban banjir dipastikan bisa melayani seluruh korban. Anggaran itu dari Belanja Tidak Terduga (BTT) serta sumbangaan Kepala OPD. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO