Mataram (Suara NTB) – DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) di tingkat daerah sebagai upaya memperkuat kapasitas kader serta meningkatkan kontribusi partai dalam perumusan kebijakan publik berbasis data.
Pembentukan BRAINS di NTB ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif DPP Partai Demokrat yang sebelumnya membentuk lembaga serupa di tingkat pusat. Lembaga think tank ini bertujuan memperkuat posisi partai dalam memberikan masukan strategis kepada pemerintah, sekaligus menjaga relevansi politik partai di tengah persaingan antarpartai.
“Kami tentu fokus pada persoalan khas Nusa Tenggara Barat dengan metode berbasis data dan riset mendalam,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman (IJU), belum lama ini.
BRAINS Demokrat NTB juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader, terutama mereka yang menjabat sebagai pejabat publik. Selain itu, lembaga ini akan menjadi wadah pelatihan bagi kader muda agar memiliki pemahaman yang mendalam terhadap persoalan rakyat dan kebijakan pembangunan daerah.
“Kami ingin seluruh kader di NTB punya kebanggaan baru, yakni menjadi bagian dari partai yang tidak sekadar hadir di panggung, tapi juga punya isi, punya daya pikir,” imbuh IJU, yang juga anggota DPRD Provinsi NTB.
Lebih lanjut dijelaskan, BRAINS akan membekali kader dengan kemampuan menganalisis data, berdiskusi secara substantif, dan merumuskan kebijakan yang aplikatif. Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan akan transformasi cara berpolitik di era modern.
“Politik masa depan menuntut kader yang tidak hanya piawai dalam konsolidasi, tetapi juga mampu berdialektika secara cerdas dan memahami persoalan bangsa secara mendalam,” tegasnya.
IJU menambahkan, inisiatif pengembangan BRAINS merupakan implementasi dari arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mendorong transformasi mendasar dalam pola berpolitik partai.
“Partai tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama yang hanya bertumpu pada mobilisasi massa tanpa substansi pemikiran. Kader tidak boleh kering gagasan,” pungkasnya. (ndi)


