Mataram (Suara NTB) – Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi NTB pada tahun 2024 meningkat dibandingkan dengan IPP tahun 2023. Pada tahun 2024, IPP Provinsi NTB adalah 63.23 dan IPP Provinsi NTB tahun 2023 59.25. Capaian ini melebihi IPP nasional yang hanya 62.88.
Demikian disampaikan Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Dr. Ahmad Saufi saat Rapat Koordinasi, Sosialisasi dan Internalisasi Pemanfaatan IPP di Provinsi NTB di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB, Rabu, 25 Juni 2025.
Menurutnya, dari data capaian IPP metode eksisting untuk NTB yang memiliki 15 indikator tahun 2023 adalah 53.67. Sedangkan pada RPJMN 2025-2029 pemerintah menyempurnakan IPP yang menghasikan IPP Metode Peninjauan Ulang, yang memiliki 16 indikator. Untuk itu, berdasarkan hasil data prognosis capaian IPP NTB Tahun 2023 adalah sebesar 59.25. Pada tahun 2024, capaian IPP Metode Peninjauan untuk Provinsi NTB diproyeksikan mencapai 63.23 dan melebihi rata-rata nasional yang sebesar 62.88.
Pihaknya mengharapkan dengan hadirnya narasumber, baik dari Bappenas, Kementerian Pemuda dan Olahraga hingga Kementerian Dalam Negeri mampu memberikan informasi yang sangat baik bagi stakeholder di daerah ini. Selain itu, hadirnya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setidaknya bisa menjawab dan mengetahui apa yang menjadi tugas pokok dan fungsinya, terutama dalam menangani masalah kepemudaan.
‘’Sehingga ke depan IPP NTB akan semakin meningkat tentu dengan dengan intervensi kita bersama ada kurang lebih 16 OPD yang kita hadirkan. Kita bisa bagi rata tugas-tugas berbagi peran apa tugas masing-masing OPD dan bagaimana pembagian tugas provinsi dan kabupaten kota. Dan ini sudah sangat jelas,’’ ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengharapkan kegiatan ini bukan pertemuan yang pertama. Namun bisa ditindaklanjuti dengan persamaan-pertemuan berikutnya, sehingga kerucut pemahaman dalam menghadapi indikator IPP yang nilainya masih di bawah target, sehingga pemerintah tahu mana yang bisa dimajukan dan ditingkatkan.
‘’Nah dan ingat itu tidak sekedar angka. Mari kita gunakan angka-angka indikator ini hanya sebagai pemacu. Jadi ibarat rapor kita sekolah atau kuliah, kita bisa mengukur berapa capaian kita hari ini. Dn intervensi apa yang harus kita lakukan. Ibarat siswa sekolah, kita harus belajar apa yang lebih kita pacu, sehingga nilai kita di semester depan atau tahun depan lebih baik,’’ terangnya.
Disebutkannya salah satu indikator yang perlu diperhatikan seperti angka pernikahan harus diturunkan, kemudian pemuda yang Not Employment, Education and Training (NEET) tidak sedang sekolah dan lainnya.
‘’Jadi dengan mengetahui indeks itu kita bisa tahu apa yang kita lakukan, agar nilai energi itu bisa kita turunkan. Jadi kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja itu apa yang harus dilakukan, Dinas Pendidikan juga harus melakukan, begitu juga Dinas Kesehatan harus melakukan apa,’’ terangnya.
Untuk itu, dengan intervensi ini akan bisa mengetahui pendanaan yang tadinya kita alokasikan atau anggaran untuk kesehatan bisa kita alokasikan hal yang lebih baik, sehingga anggaran yang dialokasikan bisa efektif dan efisien.
Hal senada disampaikan Kepala Dispora NTB H. Wirawan. Menurutnya, capaian ini menjadi perhatian dan atensi yang lebih besar lagi terhadap pembangunan kepemudaan agar terintegrasi secara multisektor. ‘’Jadi kegiatan kepemudaan ini tidak hanya menjadi ranah Dispora, tetapi juga melibatkan OPD lain, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan Kebudayaan dan seterusnya. Intinya multisektor lah,’’ terangnya.
Selain itu, ujarnya, perlu penajaman program, sehingga program yang dilaksanakan dibutuhkan oleh masyarakat dan juga dunia industri dan ada link and match terhadap orang pemerintah dengan kebutuhan.
‘’Hasilnya nanti dari program kita akan lahir pemuda-pemuda yang kreatif inovatif mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus juga bisa juga menjadi tenaga kerja yang berkualitas yang dibutuhkan oleh industri. Kita berterima kasih sekali kepada Kementerian Koordinator PMK yang telah memilih NTB sebagai lokus dari berbagai kegiatan pembahasan tentang IPP ini,’’ tambahnya.
Mantan Asisten III Setda NTB ini mengakui kegiatan ini sangat jarang dilakukan dan didiskusikan pemerintah tentang kepemudaan ini. Untuk itu, pihaknya mengharapkan kegiatan ini bisa digelar tahun-tahun berikutnya mampu meningkatkan kualitas kepemudaan di bidang kesehatan, ketenagakerjaan dan lainnya. (ham)


