spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIKadin NTB Siapkan 1.000 Tenaga Kerja untuk Dikirim ke Jepang dan Australia

Kadin NTB Siapkan 1.000 Tenaga Kerja untuk Dikirim ke Jepang dan Australia

Mataram (Suara NTB) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 1.000 tenaga kerja untuk diberangkatkan ke Jepang dan Australia pada tahun ini. Langkah ini menjadi strategi antisipatif terhadap potensi peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat melemahnya ekonomi global.

Ketua Kadin NTB, H. Faurani, SE., MBA., menjelaskan bahwa pelemahan ekonomi dunia serta konflik internasional mulai menunjukkan dampaknya di tingkat daerah. Meskipun belum dirasakan secara signifikan, sinyal potensi PHK sudah mulai terlihat.

“Potensi PHK sudah mulai terlihat. Ini karena kondisi ekonomi global, termasuk dampak perang,” ujarnya, Kamis, 3 Juli 2025.

Sebagai respons, Kadin NTB mendukung program pemerintah dalam membuka akses pasar kerja luar negeri. Jepang dan Australia menjadi dua negara tujuan utama, dengan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi di sektor perawatan dan pertanian.

“Jepang sedang membutuhkan perawat, sementara Australia memerlukan tenaga kerja di sektor pertanian seperti pemetik buah,” jelas Faurani.

Ia menambahkan, kedua negara tersebut dipilih karena memiliki persyaratan yang relatif ringan serta menawarkan penghasilan yang menjanjikan. Untuk sektor pemetik buah di Australia, misalnya, tidak diperlukan keahlian khusus.

“Peluangnya besar, syaratnya juga tidak terlalu berat,” tambahnya.

Menurut Faurani, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi pengangguran, tetapi juga strategi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB. Saat ini, NTB menempati peringkat keempat secara nasional dalam jumlah pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Sebagai perbandingan, Kadin Indonesia yang dipimpin Anindya Bakrie telah memberangkatkan 1.500 tenaga kerja ke Jepang dan Turki. Kadin NTB berharap bisa memberikan kontribusi serupa dalam program penempatan tenaga kerja internasional.

Namun, Faurani mengakui bahwa biaya awal keberangkatan masih menjadi kendala utama bagi calon pekerja.

“Biaya memang menjadi salah satu tantangan. Karena itu, kita sedang pikirkan skema pembiayaannya. Apakah kita bantu modal awal atau ada pola lain yang memudahkan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa proses seleksi dan pelatihan terus disiapkan agar calon tenaga kerja dari NTB siap memenuhi standar negara tujuan.

“InsyaAllah, tahun ini target kita bisa memberangkatkan 1.000 orang dari NTB. Semua sedang kita persiapkan secara matang,” tutupnya. (bul)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO