Sabtu, April 4, 2026

BerandaHEADLINEPemkot Mataram Kerahkan OPD, DLH Angkut Sampah Pascabanjir di Puluhan Titik Terdampak

Pemkot Mataram Kerahkan OPD, DLH Angkut Sampah Pascabanjir di Puluhan Titik Terdampak

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengerahkan seluruh kekuatan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menangani dampak banjir, terutama di titik-titik yang terdampak parah. Fokus utama diarahkan pada pembersihan jalan-jalan utama yang tertutup sampah dan lumpur sebelum bergerak ke lingkungan permukiman warga.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari jalur strategis. Ia berharap dalam satu hingga dua hari ke depan, seluruh titik yang terdampak bisa kembali bersih.

“Kemudian juga salah satu yang kita lakukan hari ini adalah untuk membersihkan jalan-jalan utama dulu, yang memang sebagian wilayah Kota Mataram tertutup lumpur. Kita bersihkan hari ini. Dan insya Allah besok kita selesaikan semuanya, karena tidak mungkin bisa selesai hari ini juga,” ujarnya, Senin, 7 Juli 2025.

“Semua OPD saya kerahkan untuk bisa membantu, terutama di jalan-jalan utama dulu, dan besok kita minta sudah bergeser ke lingkungan-lingkungan yang lebih dalam,” lanjutnya.

Selain itu, Mohan mengatakan bahwa dirinya telah meminta Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram untuk melakukan asesmen terhadap sejumlah jembatan guna memastikan apakah kondisinya masih layak digunakan atau tidak.

Ia juga menyebutkan bahwa warga yang sebelumnya dievakuasi dari sejumlah titik telah kembali ke rumah mereka dan mulai membersihkan rumah secara sukarela.

“Kemarin beberapa titik yang kita evakuasi, sudah kembali ke rumahnya masing-masing, sambil mereka secara sukarela membersihkan rumahnya masing-masing,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengalihkan armada pengangkutan sampah dari rutinitas harian ke puluhan titik banjir. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan pascabanjir di wilayah-wilayah terdampak, seperti Panji Tilar, Jalan Majapahit, Kekalik, Pagutan, Selagalas, dan titik-titik lainnya.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Mataram, Vidi Partisan Yuris Gamanjaya, mengatakan bahwa saat ini pihaknya memprioritaskan pengangkutan sampah pascabanjir, namun pengangkutan reguler tetap dilakukan di awal hari agar tidak terjadi penumpukan.

“Pengangkutan sampah pasca kita fokuskan pada wilayah yang banjir. Untuk sampah rumah tangga, kita kurangi dulu,” jelasnya, Senin, 7 Juli 2025.

Ia menjelaskan, pengangkutan pascabanjir saat ini masih terus berlangsung seiring dengan pembersihan yang dilakukan petugas dan warga.

“Pengangkutan pascabanjir di Panji Tilar saja tadi, roda empat sampai delapan kali pengangkutan. Hitungannya, dua roda empat itu sama dengan satu dump truck, dalam artian dia 3 ton lah (satu dump truck). Nah, kurang lebih 4 truk dikali 3 ton, itu 12 ton. Itu hanya di Panji Tilar, belum titik lain,” ujar Vidi.

Menurutnya, volume sampah ini masih akan terus meningkat, termasuk di titik-titik lain seperti Jalan Majapahit, wilayah Kekalik, dan kawasan terdampak lainnya yang kemungkinan memiliki volume lebih besar akibat tingginya genangan dan kepadatan permukiman.

Saat ini, DLH masih memprioritaskan pengangkutan sampah di jalan utama sebelum masuk ke dalam gang-gang perumahan. “Sementara ini, pengangkutan sampah kita fokuskan di jalan utama terlebih dahulu. Setelah itu baru pengangkutan di dalam-dalam gang,” ungkapnya.

Jika tidak ada hujan atau banjir susulan, DLH memperkirakan proses pengangkutan sampah pascabanjir bisa rampung dalam dua sampai tiga hari. Namun, tantangan terbesar justru datang dari endapan lumpur, bukan sampah.

“Pasca banjir, kalau tidak ada banjir susulan, bisa dua sampai tiga hari sampah pascabanjir bersih kita angkut. Sampah cepat kita angkut, yang lama itu lumpurnya,” pungkasnya.

DLH juga mengimbau agar warga terus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, baik ke jalanan umum maupun saluran air, guna mencegah genangan kembali.(hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO