Mataram (Suara NTB) – Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram selama beberapa jam menyebabkan banjir besar yang dinilai sebagai yang paling parah dalam lima dekade terakhir. Ketua DPRD Kota Mataram Abdul malik, S.Sos., menyatakan bahwa bencana ini merupakan kejadian luar biasa dan belum pernah terjadi selama puluhan tahun.
“Kami kaget dengan skala banjir kali ini. Dari keterangan warga yang sudah tinggal di sini selama 50 tahun, baru kali ini air masuk hingga ke pemukiman yang sebelumnya tidak pernah terdampak,” ujar malik kepada Suara NTB, usai meninjau lokasi terdampak, Senin, 7 Juli 2025.
Malik mengapresiasi langkah bersama yang dilakukan oleh berbagai pihak. Ia menyebut, penanganan banjir ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat. Gubernur juga sudah meminta agar kita turun bersama. Ini musibah bersama, jadi jangan saling menyalahkan. Yang penting sekarang adalah pemulihan, katanya.
Menurut dia, faktor utama penyebab banjir adalah curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung cukup lama. Selain itu, lokasi yang berada di wilayah hulu membuat debit air meningkat secara drastis dalam waktu singkat. “Curah hujan yang lebat dan cukup lama, serta posisi geografis di hulu, jadi penyebab utama. Bahkan rumah saya sendiri kemasukan air untuk pertama kalinya,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini menyampaikan apresiasinya atas respons cepat yang dilakukan Pemkot Mataram. Menurutnya, langkah-langkah penanganan sudah dilakukan sejak dini, termasuk normalisasi sungai, evakuasi warga, dan pembentukan posko bantuan.
“Normalisasi aliran air sudah berjalan, termasuk pembersihan endapan lumpur dan sedimentasi di beberapa titik. Saya lihat proses surutnya air juga cukup cepat, hanya dalam hitungan jam air sudah menyusut,” ungkapnya.
malik menambahkan, dapur umum sudah dibentuk di beberapa titik lokasi terdampak, sementara distribusi bantuan makanan dan obat-obatan telah dilakukan untuk warga yang mengungsi. Kita lihat ada titik-titik kumpul warga, dapur umum sudah jalan, makanan dan kebutuhan pokok juga sudah tersalurkan. Penanganan sudah cukup maksimal, jelasnya.
Salah satu penyebab parahnya banjir, lanjut Malik, adalah tumpukan sampah dan pohon tumbang yang menyumbat aliran sungai, terutama di bawah jembatan. Kondisi ini membuat air meluap ke pemukiman sekitar.
Tadi saya lihat banyak sampah dan pohon yang terbawa arus, menyangkut di bawah jembatan. Salah satu jembatan di Pandan Salas bahkan terputus karena tidak kuat menahan arus, ucapnya.
Orang nomor satu di DPRD Kota Mataram ini mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan sungai. “Kami tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, tapi ini jadi pelajaran bersama agar tidak membuang sampah ke sungai. Dampaknya sangat besar,” tegasnya.
Dengan kondisi yang mulai pulih, pemerintah kini fokus pada tahap recovery. Bantuan jangka pendek sudah disalurkan, dan warga yang terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing. “Sekarang fokus kita adalah pemulihan. Kita lihat apa saja yang masih dibutuhkan warga, termasuk infrastruktur dasar dan layanan kesehatan,” ujarnya. (fit)

