Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa NTB pendampingan komunitas di desa wisata pada program Mandalika Bumi (BIPA untuk masyarakat inovatif) di Klub Baca Perempuan, Kabupaten Lombok Utara, pada Rabu, 9 Juli 2025. Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keberlanjutan silaturahmi dengan Klub Baca Perempuan.
“Kami hadir untuk mendampingi komunitas agar bisa berkomunikasi dengan wisatawan asing secara sederhana dan efektif. Tujuan kami adalah menjembatani komunikasi dan meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia,” ujar Dwi Pratiwi.
Ia menambahkan bahwa masih banyak masyarakat yang mengalami kendala dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing, sehingga dibutuhkan pelatihan komunikasi dasar yang mudah dipahami kedua belah pihak.
Diskusi dalam kegiatan ini juga membahas peran komunitas lokal dalam menyambut kehadiran wisatawan asing, termasuk pentingnya mempertahankan dan mengenalkan bahasa serta budaya lokal. Dwi Pratiwi berharap para wisatawan asing juga diajak menggunakan kosakata sederhana dalam bahasa Indonesia sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya lokal.
“Kami ingin menjembatani budaya kita dan budaya luar. Ini bukan hanya soal komunikasi, tapi soal mempertahankan identitas melalui bahasa,” tambahnya.
Nursyda Syam dari Klub Baca Perempuan juga menyampaikan bahwa capaian komunitas tidak terlepas dari dukungan pemerintah, khususnya dari Balai Bahasa Provinsi NTB. Ia menyebut beberapa komunitas yang ikut hadir dalam kegiatan ini seperti Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Lombok Utara, Komunitas Pemuda Medana, Komunitas Literasi Tanjung, Klub Baca Perempuan, dan Dapur Rumah Indonesia.
Sementara itu, Zamzam Hariro menyoroti pentingnya penyediaan informasi sederhana di kawasan wisata. “Ketika orang asing datang, kita harus membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang sederhana. Informasi juga harus tersedia dalam bentuk cetak di lokasi-lokasi wisata agar mudah diakses wisatawan,” ujarnya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi dan pemaparan hasil diskusi kelompok tentang kebutuhan percakapan yang terjadi di desa wisata sekitar Klub Baca Perempuan. Para peserta menuliskan dan memaparkan kebutuhan mereka dalam berkomunikasi di beberapa tempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat penginternasionalan bahasa Indonesia dalam komunikasi masyarakat dalam menyambut wisatawan, sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya lokal sebagai daya tarik pariwisata yang ada di Provinsi NTB. (ron)


