Mataram (Suara NTB) – Langkah luar biasa dilakukan tenaga pendidik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Mataram. Demi mendapatkan siswa baru pada SPMB tahun ini, puluhan guru tersebut rela merogoh uang untuk membelikan seragam sekolah.
Seragam tersebut diniatkan sebagai hadiah bagi siswa yang mau bersekolah di SMPN 18 Mataram. Seragam yang dijanjikan bukan hanya satu setel, tapi seluruh seragam berbeda yang dibutuhkan untuk bersekolah.
Langkah ini merupakan bentuk usaha para guru untuk menarik siswa baru bersekolah di satuan pendidikan yang berada di Jalan Layur No.81X, Ampenan Selatan Kecamatan Ampenan, Kota Mataram itu.
Waka SMPN 18 Mataram, Adi Sanjaya mengatakan, pihaknya telah bersosialisasi ke sejumlah satuan pendidikan jenjang SD untuk mempromosikan sekolahnya. “Di sosialisasi kita itu kita menjanjikan anak-anak itu seragam semua. Gratis,” ujarnya, Rabu (22/4).
Adapun anggaran yang digunakan untuk membelikan seragam tersebut berasal dari iuran para guru. Adi menyampaikan, seluruh guru di SMPN 18 Mataram sudah bersepakat mengucurkan dana sebagai bentuk kontribusi.
“Kita sudah ada kesepakatan ini sama masing-masing teman-teman guru. Nah mungkin nanti kita satu guru itu memegang satu siswa. Gimana caranya nanti kita tanggung siswa itu dari satu guru. Nah, alhamdulillah dari semua guru dan pegawai di sini sudah siap,” jelas Adi.
Dengan kesepakatan tersebut, setiap guru diperkirakan mengucurkan dana sukarela sebesar Rp600 ribu hingga Rp750 ribu untuk seluruh seragam sekolah per satu siswa.
Tak hanya sampai di situ, sekolah juga berjanji akan memberikan hadiah bagi lima pendaftar pertama. “Kita memang menjanjikan untuk anak-anak lima pendaftar pertama itu insyaallah kita akan ada juga untuk mereka itu Seperti ‘reward’,” ungkap Adi.
Langkah ini, jelas Adi merupakan bentuk kepedulian para guru terhadap keberlanjutan sekolah. Dengan adanya pemberian seragam gratis, masyarakat yang hendak bersekolah di SMPN 18 Mataram tak lagi memikirkan biaya seragam. Selain itu, sekolah juga memang membutuhkan siswa.
“Yang jelas alasan pertama kita mungkin pengen mendapatkan siswa. Supaya nanti sekolah kita ke depannya nggak di-merger seperti sekolah-sekolah lain. Kalau sekolah ini sampai di-merger otomatis kita sebagai seorang pendidik di sini dan tenaga pendidik otomatis kita gagal,” terangnya.
Adapun dalam SPMB tahun ini, SMPN 18 Mataram hanya menargetkan sebanyak 15 siswa. Jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah siswa yang lulus tahun ini.
“Kita targetkan nggak banyak-banyak amat. Gimana jumlah yang keluar itu yang masuk. Besok yang lulus ini 15. Jadinya kita targetkan 15 saja. Tapi, alhamdulillah kalau memang bisa melebihi dari itu,” harapnya.
Ia berharap, SPMB 2026 ini berjalan lancar dan transparan. Dengan demikian, penyelenggaraan seleksi siswa baru itu, bisa dilakukan sesuai regulasi yang ada. “Itu sih harapan kita selama SPMB itu mudah-mudahan bisa berjalan lancar sesuai harapan kita semua,” pungkasnya. (sib)

