Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram memastikan penggunaan belanja tidak terduga (BTT) mengedepankan prinsip kehati-hatian. Prinsip kehati-hatian ini menjadi prioritas agar tidak menimbulkan persoalan hukum.
Sekda Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri ditemui pada, Jumat, 18 Juli 2025 menerangkan, penggunaan belanja tidak terduga memiliki rambu-rambu. Rambu-rambu ini penggunaan anggaran ini, juga harus diperhatian oleh organisasi perangkat daerah. Proses perencanaan penganggaran juga akan dievalusi oleh auditor pengawas internal pemerintah. ‘’Jadi, kita tetap mengedepankan kehatian-hatian menggunakan BTT ini,’’ terangnya.
Penggunaan BTT menurutnya, tidak bisa sembarangan. Artinya, penggunaannya dilakukan pemeriksaan secara berlapis-lapis guna menghindari timbulnya persoalan hukum. Alwan menegaskan, organisasi perangkat daerah juga tidak bisa semena-mena menggunakan anggaran walaupun dalam kondisi kedaruratan.
Pembangunan infrastruktur seperti jembatan, tanggul, dan lain sebagainya harus mekanisme tender. “Jadi tender sekarang di atas Rp400 juta. Beberapa kegiatan harus ditender seperti pembuatan jembatan,” ujarnya.
Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram menambahkan, belanja tidak terduga belum sama sekali digunakan untuk penanganan bencana. Penggunaan dana itu masih tahap usulan dari organisasi perangkat daerah. Inspektorat sedang mereview usulan anggaran tersebut.
Secara rinci disebutkan Alwan, usulan perbaikan lima jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang diperkirakan membutuhkan anggaran Rp9 miliar lebih. Jumlah ini belum termasuk perbaikan tanggul atau beronjong, perbaikan rumah warga serta kebutuhan lainnya. “Bukan tiga usulan perbaikan jembatan. Totalnya itu menjadi lima jembatan setelah dihitung kebutuhan anggarannya Rp9 miliar,” sebutnya.
Sekda mengaku, alokasi BTT tidak mencukupi untuk memenuhi perbaikan infrastruktur dan kebutuhan lainnya. Pihaknya menutupi dengan pengalokasian belanja pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan. “Jadi tidak ansih BTT kita gunakan, tetapi dari APBD lainnya,” demikian kata dia. (cem)


