Selong (Suara NTB) – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, menegaskan seluruh 166 unit Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya ditargetkan selesai dan beroperasi pada akhir Desember 2025. Target ini disampaikan Anderson saat diwawancara Suara NTB, Senin, 21 Juli 2025.
Dia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur fisik dapur masih menjadi kendala terbesar. Dapur MBG sebanyak 166 unit itu ditargetkan terbentuk di akhir Desember 2025. ‘’Mudah-mudahan targetnya demikian,” ujar Anderson.
Ia menjelaskan percepatan pembangunan terus diupayakan untuk memenuhi target tersebut. Anderson mengungkapkan hambatan utama dalam mewujudkan target ini adalah pembangunan infrastruktur fisik dapur. “Kendalanya oleh BGN (Badan Gizi Nasional) itu pembangunan infrastruktur, dapur itu yang begitu berat. mencari sponsor yang andal, modal besar, investasi,” jelasnya.
Biaya pembangunan satu unit bangunan dapur yang signifikan menjadi tantangan tersendiri. Sementara menunggu pembangunan dapur permanen, program MBG tetap berjalan dengan sistem swadaya masyarakat. Masyarakat setempat mengolah makanan di lokasi yang ada (bukan di bangunan dapur khusus) untuk kemudian disalurkan langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Bukan bangunan yang sudah berdiri, bukan langsung dimasak di rumah warga,” tegas Anderson.
Kolaborasi berbagai pihak juga telah terjalin. Saat ini, TNI telah mengoperasikan 6 unit dapur MBG di berbagai kecamatan. Dukungan juga datang dari Kepolisianyang membangun dapur MBG.
Untuk memastikan kualitas dan distribusi makanan bergizi, Anderson menyatakan bahwa Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkantibmas secara aktif melakukan pendampingan.
“Kita melaksanakan pendampingan, mulai dari tahap penyiapan makanan sampai dengan penyaluran,” ujarnya. Ia mengundang pihak terkait, termasuk wartawan, untuk mengecek langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Meski belum semua sekolah terjangkau, Anderson menegaskan sekolah-sekolah prioritas yang telah ditentukan sudah menerima manfaat program MBG. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pusat untuk mempercepat realisasi target akhir 2025.
“Kita selalu melaksanakan rapat koordinasi dengan Pusat. Apa yang diinstruksikan, kita sebagai satuan bawah melaksanakan eksekusi,” pungkas Anderson, menekankan komitmen jajarannya untuk mewujudkan Dapur MBG di seluruh Lombok Timur tepat waktu.
Program MBG merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Keberhasilan mencapai target 166 dapur di akhir 2025 akan menjadi langkah penting dalam memerangi masalah gizi di Lotim. (rus)



