spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEBantuan Pangan Tekan Inflasi

Bantuan Pangan Tekan Inflasi

BULOG Wilayah NTB menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk alokasi triwulan II yakni Juni-Juli 2025 kepada 511.381 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang ada di NTB pada,, Rabu (23/7/2025). Bantuan ini menurut Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal dapat menekan angka inflasi terhadap kebutuhan pangan.

Gubernur Iqbal yang dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya bantuan ini ke depan bisa menekan angka inflasi. Sebab menurutnya, aspek pangan berkontribusi besar terhadap kenaikan inflasi.

“Karena itu perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada Bapanas, DKP, Bulog dan jajarannya yang sudah memungkinkan proses penyaluran ini disiapkan dengan sangat baik,” ujarnya.

Penyaluran bantuan pangan ini kata Gubernur Iqbal, mesti dilakukan dengan bijak. Hal itu untuk menghindari ketergantungan di level masyarakat. Di sisi lain, penyaluran ini juga merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Jadi kenapa ini diturunkan, karena indikasi bahwa ada isu sosial yang akan muncul jika ini tidak disalurkan. Dan ini penyebabnya banyak, kondisi global, kondisi ekonomi lokal dan macam-macam lah. Di level nasional juga beberapa bencana terjadi di sana sini, termasuk  di Mataram baru saja terjadi banjir. Dan  ini akan sangat mempengaruhi, profil  ekonomi makro yang ada di NTB maupun di Indonesia,” jelasnya.

Keputusan penyaluran ini diambil pada waktu yang tepat. Sebab, di Kota Mataram baru saja mengalami masa-masa yang sulit setelah diterjang bencana banjir. “Karena itu, ini merupakan keputusan diambil pada waktu yang tepat. Oleh karena itu anda diberikan jatah beras untuk dua bulan.  Tapi anda sudah berjanji tidak boleh dijual,” ucap Iqbal kepada masyarakat penerima bantuan.

Ia mengaku senang  dengan penyaluran  bantuan  ini dan berharap akan memberi dampak langsung kepada masyarakat, khususnya penerima bantuan. “Karena ini adalah salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat terutama masyarakat NTB,” tuturnya.

Meski demikian, bantuan pangan yang menyasar 511 ribu lebih masyarakat ini terbilang rendah daripada tahun sebelumnya yakni 643 ribu PBP. Turun sekitar 20,5 persen. Pada tingkat nasional juga mengalami penurunan jumlah sasaran yakni 18.277.083 ribu PBP pada 2025. Jumlah tersebut lebih rendah daripada tahun 2024 yang mencapai 22.477.000 ribu penerima atau turun mencapai 16-17 persen.

Penurunan jumlah penerima bantuan ini menurut Gubernur Iqbal tidak saja terjadi di NTB, tetapi juga di tingkat nasional. “Itu kan berarti kalau kita lihat di perspektif yang positif berarti orang yang layak menerima itu menurun. Yang layak menerima ini kan orang yang rawan-rawan sosial, rawan ekonomi berarti jumlahnnya menurun,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Iqbal turut melepas truk-truk yang mengangkut beras bantuan pangan untuk disalurkan ke seluruh wilayah di NTB secara simbolis. (sib)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO