Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengimbau kepada sekolah-sekolah yang ada di NTB agar mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam pada tahun ajaran 2025/2026. Dinas Dikbud NTB mengingatkan sekolah terima dana BOS kinerja agar siap mendukung kegiatan ini. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Sekretariat Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) No 9 Tahun 2025 tentang Juknis Pengelolaan dana BOSP.
Sub Koordinator Kurikulum Bidang SMA Purni Susanto kepada Suara NTB mengimbau agar sekolah yang terima Dana BOS Kinerja untuk mengikutsertakan tenaga pendidiknya dalam pelatihan pembelajaran mendalam. Sekolah penerima Dana BOS Kinerja memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka.
“Khusus untuk sekolah-sekolah yang mendapatkan dana BOS kinerja itu wajib mereka untuk menganggarkan dari dana BOS tersebut agar guru-guru mereka ikut pelatihan pembelajaran mendalam dan juga koding serta kecerdasan AI,” katanya.
Ia menambahkan, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB dan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) akan mengkoordinasi kegiatan tersebut. “Kami hanya sebagai penyedia tenaga guru-gurunya. Yang mendorong sekolah dan guru untuk ikut berpartisipasi di mana pelaksanaannya langsung adalah BGTK sekaligus UPT kementerian yang menggodok tenaga kependidikan untuk menggodok guru-guru,” jelasnya. Sekolah perima dana BOS Kinerja harus berpartisipasi aktif dalam pelatihan tersebut.
Sudah Tersedia Regulasi
Ia menyebut, di level nasional sudah tersedia regulasi, pedoman dan juga perangkat. Termasuk instruktur serta trainernya. “Katanya di pusat sudah menyediakan 30 trainer nasional yang dikirm belajar ke Australia selama dua minggu dulu. Nah sekarang tataran pelaksanaan sudah ada di daerah masing-masing,” ungkapnya.
Saat ini, kata Purni, NTB masih dalam persiapan pelatihan. Sekolah penerima Dana BOS Kinerja harus menggunakan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Arkas) untuk memprogramkan kegiatan pembelajaran mendalam. Termasuk pelatihan Koding dan Artificial Intellegence (AI).
“Ini kan prosesnya sedang berlangsung. Kami membimbing sekolah-sekolah untuk menganggarkannya, menginputnya di Dapodik. Selanjutnya nanti sekolah-sekolah kita akan dipanggil untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan skema biaya mandiri dari dana BOS masing-masing sekolah,” terang Purni.
Ia menungkapkan, penyelenggara pelatihan akan mengundang instruktur yang sekaligus juga akan menjadi narasumber pembelajaran mendalam dari Universitas Mataram (Unram). Sekolah akan mendapatkan banyak manfaat dari Dana BOS Kinerja.
Sebagai informasi, Kemendikdasmen memasukkan metode pembelajaran baru ke dalam Kurikulum Nasional 2025/2026 yakni metode pembelajaran mendalam atau deep learning. Pembelajaran mendalam sendiri merupakan pendekatan yang berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam dan bukan sekadar menghafal.
Pembelajaran Mendalam Merupakan Salah Satu Pendekatan
Menurut Purni, sebagian masyarakat masih menganggap pembelajaran mendalam ini sebagai wujud dari kurikulum baru. “Padahal pembelajaran mendalam ini hanya merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang ada di kurikulum. Jadi dia bernaung tetap di bawah kurikulum yang sudah ada, kurikulum merdeka. Hanya metode pembelajarannya yang berubah sedikit,” tuturnya.
Pembelajaran mendalam memiliki kekhasan dan kekhususan ketimbang pendekatan sebelumnya yakni pembelajaran diferensiasi yang mempunyai muatan sendiri.
“Kalau kita lihat elemen-elemennya di situ memang ada kekhasan. Ada yang khusus. Misalnya bagaimana menampilkan agar pembelajaran ini lebih menyiratkan kemampuan intelektual. Kemudian kemampuan psikomotorik yang terasah. Kemudian yang lebih khusus lagi, misalnya mengasah jiwa rasa dan juga mengasah skill,” urai Purni.
Sekolah terima dana BOS Kinerja diharapkan mampu menerapkan metode ini secara optimal. Pembelajaran mendalam bertujuan membangun karakter siswa yang religius, berbakti kepada orang tua, dan tidak melawan guru.
“Kami mengharapkan pembelajaran mendalam ini bisa membangun jiwa rasa seninya. Kemudian halus tutur budinya. Kemudian terbangun nilai-nilai spiritual agamanya. Sesuai dengan agama-agama masing tentunya,” tandasnya. (sib)



