Selong (Suara NTB ) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah memiliki Command Center yang ada di Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo). Hanya saja, keberadaan Command Center itu sejauh ini belum maksimal.
Kepala Dinas Kominfo Lotim, Muhamad Fauzan mengatakan butuh biaya mahal untuk bisa menambah jaringan dan jangkauan Command Center seluruh wilayah di Lotim.
Saat ini, sudah terpasang basu 14 unit Closed Circuit Television (CCTV). Jumlah itu diakui masih sangat terbatas dan bim.bisa menjangkau dari 21 kecamatan dan 254 desa dan kelurahan se Kabupaten Lotim. Untuk bisa menjangkau semua, dibutuhkan tambahan anggaran lagi. “Karena semua ini terkait anggaran,” ungkapnya.
Semisal untuk melihat kondisi Pusuk Sembalun yang diketahui kerap ramai saat liburan. Ketika terjadi kecelakaan atau kejadian apapun di kawasan wisata itu maka bisa dengan cepat akan dipantau. “Itu bisa kalau ada anggaran,” sebutnya.
Wakil Bupati Lotim, H. Muh. Edwin Hadiwijaya menyatakan akan mengembalikan Kominfo sesuai tugas pokok dan fungsinya. Hal ini disambut baik sehingga ke depan bisa lebih maksimal lagi.
Ditambahkan, lewat Command Center sebenarnya juga bisa didapatkan portal satu data tentang Lotim. Ada namanya data statistik sektoral yang ada di maiang-masing OPD. Data di Dukcapil misalnya tentang kependudukan, data kesehatan di rumah sakit, Pendidikan dan lainnya dapat ditemukan di dalam satu portal tersebut.
Secara umum, Diskominfo Lotim belum menghitung total kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk meningkatkan tupoksi Command Center. Yang jelas katanya tidak sedikit dana karena bicara teknologi itu sangat mahal.
Ketika sudah bisa menjangkau 254 desa dan kelurahan, Bupati bisa langsung bicara dengan para Kepala Desa (Kades) secara daring. Desa diketahui juga sudah memiliki Sistem Informasi Desa (SID). Desa didorong untuk bisa membuat SID premium. “Kalau premium ini datanya bisa dibagikan ke Command Center,” sebutnya.
Sekarang ini, semua desa belum ada yang premium. Padahal untuk jadi SID premium, cukup mudah. Yakni hanya Rp 1 juta pertahun. Dihadapkan OPD terkait bisa membuat surat edaran ke seluruh desa untuk jadikan SID premium tersebut. Lewat aplikasi premium ini bisa dibagi pakaikan dengan lebih lengkap. (rus)

