Giri Menang (suarantb.com) – Kebakaran menimpa gudang alat dan mesin pertanian (alsintan) milik Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang berada di Dusun Gutu Reban, Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Senin (28/7/2025) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dari hasil taksiran, kerugian dari gudang alsintan Lobar terbakar itu mencapai Rp50 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lobar H. Suherman, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian kebakaran itu sekitar pukul 12.10 Wita dari warga bernama Ida Bagus Ketut Mantre.
Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya pun langsung menerjunkan tiga unit kendaraan Damkar. Pemadaman juga mendapat bantuan dari dua unit mobil Damkar milik Pemerintah Kota Mataram.
Tim tiba di lokasi pukul 12.35 Wita. Menurutnya, pihaknya berhasil memadamkan api setelah menghabiskan dua tangki air. Damkar juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di gudang alsintan Lobar yang terbakar itu.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok. “Kami menduga kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala,” kata dia.
Gudang yang terbakar menyimpan sejumlah peralatan produksi pertanian milik Dinas Pertanian Lobar. Sejumlah barang hangus terbakar, meski sebagian lainnya berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kebakaran di wilayah Lombok Barat dalam beberapa bulan terakhir. Damkar mencatat, kelalaian seperti korsleting listrik dan aktivitas merokok sembarangan memicu sebagian besar kasus kebakaran.
Pihak Damkar mengimbau seluruh masyarakat dan instansi pemerintah untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan.
Warga Harus Waspada di Lokasi Rawan Kebakaran
Sementara itu, Kepala Desa Dasan Geria Fahrul Aziz turut turun langsung ke lokasi setelah mendapat laporan kejadian. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
“Saya sudah ke lokasi bersama tim Inafis dari kepolisian, Pemerintah Kecamatan, dan Kapolsek Lingsar. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujarnya.
Fahrul menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian tersebut dan mengimbau warga untuk lebih waspada dalam beraktivitas, terutama di area yang menyimpan barang-barang mudah terbakar. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat penting.
Dengan kejadian ini diharapkan pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di fasilitas penyimpanan pemerintah. Pemasangan sistem pemadam kebakaran otomatis atau pengawasan lebih ketat di area rawan bisa menjadi langkah pencegahan ke depan. (her)



