spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTB64 Orang di NTB Meninggal akibat Rabies

64 Orang di NTB Meninggal akibat Rabies

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB mencatat jumlah kasus kematian akibat rabies periode 2019-2025 mencapai 64 orang di NTB. Penyebab tingginya angka kematian akibat penyakit berbahaya tersebut karena masih rendahnya literasi masyarakat terkait penyakit rabies.

Dari 64 Kasus kematian akibat rabies itu, kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Dompu dengan total 29 kasus. Menyusul Kabupaten Sumbawa dengan 19 kasus. Bima 11 kasus, dan Kota Bima 5 kasus.

Kepala Dinkes NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan penyebab utama banyaknya kasus kematian akibat rabies itu. Menurutnya, banyak masyarakat yang terkena gigitan hewan yang terjangkit rabies tidak segera melakukan tatalaksana GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies).

“Penyebab kasus kematian akibat rabies karena korban tidak melakukan tatalaksana GHPR seperti segera mencuci luka selama 15 menit dengan sabun di air mengalir dan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) di faskes terdekat. Hal ini disebabkan karena pengetahuan masyarakat masih rendah dan ada juga yang terlambat dibawa ke faskes,” jelasnya melalui keterangan resmi kepada Suara NTB.

Selain kasus kematian akibat rabies, kasus GHPR juga cukup tinggi di NTB. Sepanjang 2019 sampai 2025, Dinkes NTB mencatat sebanyak 16.148 kasus GHPR di NTB. Sementara pada 2025 sendiri ada 2.256 kasus orang terkena gigitan.

“Kasus GHPR tertinggi pada 2019-2025 terjadi di Kabupaten Sumbawa sebanyak 4.134 kasus, Kabupaten Dompu 3.603 kasus, dan Kota Mataram 2.378,” terangnya.

Sebagai informasi, kasus rabies dengan GHPR berbeda. Meski, rabies menular melalui GHPR. Akan tetapi, terkena GHPR tidak berarti langsung terjangkit rabies.

Sementara itu, Dinkes NTB terus berupaya melakukan pencegahan dengan memberi edukasi kepada masyarakat tentang bahaya rabies. Kemudian tatalaksana GHPR, distribusi logistik VAR, dan SAR ke Kabupaten/Kota di NTB.

“Jika ada gigitan diharuskan cuci luka dan membawa ke faskes utk diberikan VAR dan atau SAR,” tutupnya. Mengutip Halodoc, rabies adalah penyakit infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat pada mamalia, termasuk anjing dan manusia.

Virus rabies umumnya menular melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya melalui gigitan. Penyakit ini sangat berbahaya dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera ditangani. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO