Jakarta (Suara NTB) – Massa aksi unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membubarkan diri dengan tertib setelah ditemui oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.
Pantauan di lokasi, Jumat petang sekitar jam 18.15 WIB, massa aksi berangsur membubarkan diri dengan tertib menuju ke titik kumpul mereka. “Mari kita pulang. Ini kemenangan kita, tapi harus dikawal sampai tuntas,” kata koordinator aksi melalui pengeras suara setelah Wamensesneg Juri menemui mereka.
Massa aksi beratribut kampus dari berbagai perguruan tinggi itu berorasi terkait kondisi bangsa Indonesia yang menurut mereka sedang tidak baik-baik saja. Aksi demo yang sempat memanas itu pun berakhir dengan tertib dan para mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI itu meninggalkan kawasan Monas tanpa ada gesekan dengan petugas.
Tidak membutuhkan waktu lama setelah massa aksi pulang, petugas kemudian membuka jalan Medan Merdeka Selatan yang mengarah ke Gambir. Jalan Merdeka Selatan yang sempat ditutup kini sudah bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.
Â
Lemparan Botol
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sempat memanas setelah massa aksi melempari petugas menggunakan botol air mineral dan juga mencoret-coret pagar besi milik polisi.
Pantauan ANTARA di lokasi pada Senin sore sekitar jam 17.30 WIB, sejumlah mahasiswa mencoba memprovokasi para petugas yang berjaga dengan melempari mereka menggunakan botol air mineral.
Menerima lemparan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro melalui pengeras suara meminta agar tidak ada lemparan dan juga aksi coret-coret properti milik mereka.
Polisi juga sempat mengerahkan pasukannya untuk maju menghalau para mahasiswa, mereka dibekali dengan pelindung diri serta tameng.
Aksi yang sempat memanas itu berlangsung sekitar 15 menit, dan setelah itu petugas kembali menarik anggotanya agar merapat di belakang pagar besi yang telah disediakan. Massa aksi melakukan orasi dan sempat membacakan tuntutan mereka.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.489 personel gabungan untuk mengamankan demo Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Monas. “Mereka gabungan dari Polda Metro, Polres Metro dan Polsek jajaran,” kata Susatyo.
Ia menjelaskan, para petugas tersebut disebar ke sejumlah titik strategis, khususnya di Silang Selatan Monas, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi demo.
“Kami mengimbau kepada para orator agar tidak memprovokasi massa untuk melakukan tindakan anarkis,” katanya. (ant)


