Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBLOMBOK TIMURPermudah  Pasien Penyakit Kronis, Tujuh Puskemas di Lotim Jadi Percontohan PRB

Permudah  Pasien Penyakit Kronis, Tujuh Puskemas di Lotim Jadi Percontohan PRB

Selong (Suara NTB) – Tujuh puskesmas di Lombok Timur (Lotim) telah ditetapkan sebagai percontohan pelaksana Program Rujukan Balik (PRB). Puskesmas-puskesmas percontohan tersebut adalah,  Puskesmas Aikmel, Puskesmas Selong, Puskesmas Keruak, Puskesmas Sukaraja, Puskesmas Batuyang, Puskesmas Masbagik dan Puskesmas Terara. Implementasi PRB ini bertujuan mempermudah akses pelayanan kepada pasien terpapar penyakit kronis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lotim, Lalu Bagus Wikrama menjelaskan PRB ini menjadi terobosan layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Lotim yang memiliki riwayat penyakit kronis. PRB secara resmi mulai diterapkan di wilayah ini pada awal Agustus 2025. Program inovatif ini dirancang untuk menghemat waktu dan tenaga pasien dengan kondisi kronis stabil yang membutuhkan pengobatan rutin jangka panjang, sehingga mereka tidak perlu lagi bolak-balik ke rumah sakit.

Melalui PRB, pasien yang telah dirujuk oleh dokter spesialis di rumah sakit dan kondisinya dinilai stabil, dapat melanjutkan proses kontrol rutin serta pengobatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat, seperti puskesmas, klinik, atau dokter praktik mandiri yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan membuat layanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses, efisien, dan tetap berkualitas bagi masyarakat.

Lalu Bagus Wikrama, menyambut baik peluncuran program ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif BPJS Kesehatan. Ini langkah penting agar pelayanan lebih dekat dan nyaman untuk masyarakat,” ujar Wikrama.

Ia menambahkan bahwa PRB memberikan manfaat signifikan karena peserta JKN tak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantri di rumah sakit untuk kontrol rutin. Pelayanan kesehatan pun dapat berjalan lebih berkesinambungan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur,  Elly Widiani menjelaskan tujuan utama PRB Adakah mempermudah peserta JKN dalam mendapatkan pelayanan lanjutan setelah dirujuk dari dokter spesialis di rumah sakit,” jelas Elly.

Ia menekankan, pasien yang menderita penyakit kronis tidak perlu lagi bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk kontrol rutin atau mengambil obat. Cukup di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah bekerja sama.

Elly juga menyampaikan kemudahan lain bagi peserta PRB yang sudah terdiagnosa stabil. Mereka dapat memperoleh obat untuk kebutuhan hingga 30 hari secara langsung melalui apotek mitra BPJS Kesehatan.

Saat ini, puskesmas-puskesmas terpilih tengah mempersiapkan sarana, prasarana, serta memastikan ketersediaan obat-obatan untuk mendukung kelancaran pelayanan PRB.

Peluncuran PRB di Lotim ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan layanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis di daerah tersebut. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO