spot_img
Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
BerandaNTBProgram Harum Berseri, Cegah Masyarakat Terjerat ‘’Bank Subuh’’

Program Harum Berseri, Cegah Masyarakat Terjerat ‘’Bank Subuh’’

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram bekerja sama dengan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menandatangani kerja sama dengan bank daerah untuk mendukung program Harum Berseri. Program ini sebagai langkah mitigasi atau mencegah masyarakat terjerat ‘’bank subuh’’.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram, H. M. Ramdhani dalam sambutannya menyampaikam, program Harum Berseri merupakan salah satu terobosan dan inovasi Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Mataram dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis rumah ibadah. Program ini, telah menjadi salah satu program unggulan yang diangkat oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Mataram, yang merupakan forum koordinasi berbagai stakeholder terkait dengan upaya meningkatkan akses keuangan di daerah. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Pada tahun 2023, MES Kota Mataram telah melakukan pelatihan kepada takmir masjid, krama pura dan jemaat gereja yang berada di Kota Mataram,” terangnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 72 orang pengurus dari 37 rumah ibadah, yang terdiri dari 47 pengurus dari 25 masjid, 17 orang pengurus dari 8 pura dan 8 orang pengurus dari 4 gereja.  Pelatihan tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Mataram sebanyak sekitar 520 orang.

Mantan Sekretaris Bappeda Kota Mataram ini menambahkan, Masyarakat Ekonomi Syariah berusaha menjembatani para jemaah masjid, krama pura dan jemaat gereja dalam hal memberdayakan ekonomi masyarakat, agar terbebas dari praktik riba maupun jeratan rentenir, atau lebih dikenal dengan sebutan “bank subuh” di tengah masyarakat.

“Kegiatan tersebut direalisasikan dengan Penandatanganan PKS MES Kota Mataram dengan Bank sebagai Mitra Pembiayaan yaitu Bank BPD Bali dan BPR NTB. Yang mana disalurkan sebagai Dana Bergulir yang akan dikelola oleh PD MES Kota Mataram kepada para umat sebagai penerima manfaat,” paparnya.

Pihaknya terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk diajak bersinergi dan berkolaborasi dalam mendapatkan akses modal untuk memenuhi kebutuhan melalui berbagai sumber.

Sementara itu, Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana mengapresiasi program dari pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Mataram yang menginisiasi pembedayaan ekonomi masyarakat.

Ia mengibaratkan program ini memiliki tolerasi negatif dan positif. Toleransi negatif adalah program ini berjalan tanpa mengganggu pandangan orang lain yang merasakan dampak dari program tersebut. Sementara, tolerasi positif adalah di samping tidak mengganggu pandangan orang lain, juga ada kemanfaatannya. “Masyarakat Ekonomi Syariah sebagai wadah organisasi nirlaba untuk mempercepat peradaban ekonomi syariah dan inklusif,” terangnya.

Walikota berharap kegiatan ini bisa menjadi pilot project bagi lintas agama yang memberikan literasi keuangan dan membantu menyelesaikan persoalan mendasar mengenai keuangan dan mendukung keuangan mikro.

Walikota berharap bantuan dana bergulir yang diterima masyarakat dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dana bergulir dengan baik.

Di satu sisi, ia mengakui, banyak ‘bank subuh’ menjerat masyarakat. Fakta ini dihadapi karena masyarakat mendapatkan pinjaman secara praktis atau tidak ribet. “Tetapi pada akhirnya terbebani dengan bunga yang besar,” demikian kata dia. (ulf/cem)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO