Mataram (Suara NTB) – Pihak sekolah berharap Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dapat membantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa. Pelaksanaan ANBK jenjang SMA/MA dan SMK sederajat pada Senin, sampai dengan Kamis, 7 Agustus 2025 berjalan relatif lancar di sejumlah sekolah.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 3 Mataram, Dwi Sunarto, M.Pd., pada Rabu, 6 Agustus 2025 mengatakan, SMAN 3 Mataram melaksanakan ANBK pada Senin, 4 Agustus 2025 dan Selasa, 5 Agustus 2025. Jumlah siswa yang ikut sebagai peserta ANBK sebanyak 45 siswa kelas XI. Mereka dibagi menjadi tiga ruang laboratorium, dengan 15 siswa di setiap laboratorium.
“Sebagai Wakasek Kurikulum, saya berharap pelaksanaan ANBK ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang akurat tentang kemampuan siswa. ANBK sangat penting karena berpengaruh pada rapor pendidikan, yang nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,” ujarnya.
Ia juga berharap ANBK ini dapat membantu kami mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa. “Sehingga kami dapat memberikan perhatian dan dukungan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka,” ujar Dwi.
Dalam pelaksanaan ANBK ini, setiap sekolah menggelar ANBK selama dua hari. Pada hari pertama, berisi latihan selama 10 menit, literasi membaca selama 90 menit, dan survei karakter dengan durasi waktu selama 30 menit. Pada hari kedua, latihan selama 10 menit, numerasi selama 90 menit, dan survei lingkungan belajar selama 30 menit.
Sebelumnya, Gladi Bersih ANBK SMA sederajat sudah dilakukan pada Senin, 28 Juli 2025 sampai dengan Kamis, 31 Juli 2025. Kemudian sinkronisasi ANBK pada Jumat, 1 Agustus 2025 sampai dengan Minggu, 3 Agustus 2025.
Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.
Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, dan pemetaan mutu siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya hasil asesmen nasional akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya. (ron)


