spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANSinergi Kampus dan Komunitas Wujudkan Inovasi Sabun Alami Berbasis Clay di Lombok

Sinergi Kampus dan Komunitas Wujudkan Inovasi Sabun Alami Berbasis Clay di Lombok

Mataram (suarantb.com) – Kolaborasi kuat antara Kemdiktisaintek, Universitas Mataram (Unram), LPPM Unram, dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) membuahkan inovasi berbasis kearifan lokal yang bernilai ekonomi tinggi. Melalui program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2025, mitra lokal Koperasi Syariah Lingkar Rinjani Lombok (KSL Rinjani) berhasil mengembangkan sabun alami berbasis clay dengan pewarna alami (natural pigment).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 1 Agustus 2025, di kawasan Ampenan Selatan, Kota Mataram. Program ini dipimpin oleh Dr. Saprini Hamdiani dari FMIPA Unram selaku ketua pelaksana, didukung oleh Prof. Saprizal Hadisaputra (FKIP Unram), Dr. Ivon Arisanti (UTS), dan Dr. Siti Raudhatul Kamali (Prodi Ilmu Lingkungan FMIPA Unram) sebagai anggota tim pelaksana.

Sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal ini menjadi contoh nyata implementasi tridharma perguruan tinggi untuk mendorong pengembangan produk unggulan daerah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Sabun yang dikembangkan ini menggunakan lempung alami (clay) yang berasal dari limbah gerabah yang pecah akibat proses pembakaran yang dilakukan oleh satu lagi mitra kegiatan PM-UPUD 2025, yaitu KIAT Gerabah Lombok di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Clay berfungsi sebagai bahan eksfoliator alami bagi kulit. Clay tersebut bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit. Penggunaan pigmen alami dari tanaman lokal juga menambah daya tarik produk secara estetika tanpa bahan kimia berbahaya.

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah lokal pun bisa menjadi produk unggulan yang bernilai jual tinggi bila digarap secara tepat,” ujar Dr. Saprini.

Sinergi Lintas Institusi untuk Inovasi Berkelanjutan

Program ini merupakan wujud nyata sinergi multipihak: Kemdiktisaintek sebagai pemberi dukungan kebijakan dan pendanaan, Universitas Mataram melalui LPPM dan FMIPA sebagai pelaksana akademik dan riset, serta Universitas Teknologi Sumbawa sebagai mitra pengembangan kawasan timur NTB. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas UMKM dan koperasi lokal agar mampu menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal namun dengan pendekatan ilmiah dan berorientasi pasar.

Dengan dukungan program PM-UPUD 2025, sabun berbasis clay ini diharapkan menjadi produk lokal yang tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional bahkan ekspor—sejalan dengan visi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan keberlanjutan. (r)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO