Taliwang (Suara NTB) – Kunjungan Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI pekan ini membawa sejumlah agenda. Salah satunya mengenai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di fasilitas Bendungan Bintang Bano.
Mengenai hal itu, Bupati pun melakukan audiensi dengan Direktorat Pembiayaan Sumber Daya Air, Kementerian PU RI. “Selain soal irigasi bendungan Tiu Suntuk, misi kita ke (Kementerian) PU soal fasilitas pendukung bendungan Bintang Bano, yakni PLTMH-nya,” kata Bupati, Jumat, 8 Agustus 2025.
Berdasarkan keterangan yang diperolehnya saat audiensi dengan Kementerian PU, Bupati mengatakan, bahwa persiapan pembangunan PLTMH Bintang Bano sedang berproses. “Bahkan katanya sudah ada yang ditunjuk siapa yang akan mengelolanya. Cuma sekarang sedang berproses di PLN. Jadi untuk kelanjutannya ini kita tunggu proses di PLN, karena mereka memiliki kewenangan untuk mengatur operasional PLTMH yang ada di bendungan,” urai Bupati mengutip keterangan pihak kementerian.
Mendapat informasi tersebut, Bupati mengaku sangat senang. Ia pun menyampaikan harapan semoga dalam waktu 1 tahun ke depan sudah dapat terealiasi sehingga fasilitas pembangkit listrik itu dapat turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kalau PLTMH-nya jalan maka lengkap sudah fungsi bendungan Bintang Bano bagi masyarakat kita,” cetusnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkap, fasilitas PLTMH di bendungan Bintang Bano sebenarnya untuk juga mendukung kinerja bendungan. Selama ini kata dia, pasokan listrik untuk operasional bendungan belum tercukupi. Dicontohkan ketika curah hujan tinggi dan volume air dibendungan meningkat, keberadaan listrik yang ada sekarang dengan menggunakan genset itu tidak mampu mem-back up operasional pintu air bendugan. “Itulah pentingnya keberadaan PLTMH untuk juga mendukung operasional bendungan,” sebutnya.
Berdasarkan data, bendungan Bintang Bano diproyeksi mampu mengairi area pertanian mulai dari kecamatan Brang Rea, Taliwang, Seteluk hingga Poto Tano hingga ribuan hektar luasnya. Berfungsi mereduksi banjir dan mampu menyediakan energi listrik melalui mekanisme PLTMH yang kapasitasnya mencapai 1,4 MW. (bug)Â



