spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSRekening Anggota DPRD Lobar Diblokir PPATK

Rekening Anggota DPRD Lobar Diblokir PPATK

Giri Menang (suarantb.com) – Rekening tabungan salah seorang Anggota DPRD Lombok Barat diblokir PPATK, lantaran tidak pernah dipergunakan selama hampir tiga bulan. Selain anggota DPRD, pemblokiran rekening juga menimpa warga. Hal ini pun merugikan warga, sehingga pemerintah diminta mencabut kebijakan ini.

Anggota DPRD Lobar, H. Hendri Suyana, S.E., mengatakan rekening tabungan Bank BNI miliknya diblokir lebih dari sepekan lalu. “Karena rekening saya ini tidak pernah saya gunakan, kurang lebih mungkin tiga bulan,” kata Politisi PKS Dapil Narmada-Lingsar ini, Senin (11/8/2025).

Rekeningnya diketahui diblokir ketika ia mencoba mengambil uang di bank, tetapi ia tidak bisa menarik uang di rekening tersebut.

Ia pun berupaya menanyakan ke pihak bank, alasan uang di rekeningnya tidak bisa ditarik. “Pihak bank pun menginformasikan bahwa rekening saya diblokir sama PPATK,” jelasnya.

Ia pun kembali mengecek ke bank pada Senin (11/8/2025) kemarin, tetapi tetap belum bisa. Ia sendiri melaporkan kejadian ini pada tanggal 1 Agustus 2025 lalu, akan tetapi hingga sekarang ia belum bisa menarik uangnya di ATM. Kendati jumlah uangnya tidak banyak, sekitar Rp4,5 juta yang tersimpan di rekeningnya tersebut.

Kebijakan Merugikan

Menurutnya, kebijakan ini sangat merugikan, tidak saja bagi dirinya tapi juga masyarakat pada umumnya. Terutama dengan pemblokiran sepihak tanpa konfirmasi kepada masyarakat.

“Ini sangat merugikan warga, nantinya bisa-bisa masyarakat tidak percaya lagi sama Perbankan kalau begini (diblokir rekening dan ATM),” katanya.

Menurutnya aturan semacam ini perlu dicabut, agar masyarakat tidak khawatir dananya yang dibekukan oleh PPATK.

Sebab bukan ia saja yang mengalami pemblokiran rekening. Saat ia mengurus rekeningnya di bank banyak juga warga biasa yang diblokir. “Bukan saya sendiri yang rekening diblokir PPATK, tapi banyak juga warga biasa,” imbuhnya.

Pihak bank menjelaskan bahwa pemblokiran bukan dilakukan bank, namun dari pihak PPATK demi keamanan. Namun warga tetap was-was terkait uangnya yang diblokir tersebut.

Salah satu yang disesalkan dari dampak pemblokiran ini, ada warga yang menabung untuk keperluan haji atau umrah, sehingga tidak melakukan transaksi. “Ada yang menabungnya sekali panen, mungkin untuk setoran haji, sehingga tidak mengambil tabungan dalam waktu berbulan-bulan,” pungkasnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO