spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaHEADLINENTB Memiliki Keunggulan Istimewa di Sektor Agromaritim  

NTB Memiliki Keunggulan Istimewa di Sektor Agromaritim  

PROVINSI NTB merupakan daerah yang memiliki potensi agromaritim melimpah. Hal itu terbukti dari keberadaan gugusan pulau-pulau besar dan kecilnya yang menyimpan “harta karun” bernilai. Dengan potensinya ini, sector agromaritim sangat menjanjikan.

Demikian disampaikan Pemerhati Ekonomi Universitas Mataram, Dr M. Firmansyah yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 12 Agustus 2025. Firmansyah mengatakan, setiap daerah kepulauan tentu memiliki potensi agromaritim yang besar. Termasuk NTB dengan segala sumber dayanya. Ia menyebut, keberadaan wilayah seperti Teluk Saleh di Sumbawa, Teluk Bima, Teluk Ekas di Lombok merupakan sumber daya yang mesti digarap maksimal oleh pemerintah.

“Di Sape sana juga ada kawasan-kawasan maritim yang potensial. Jadi kalau ditanyakan potensi pengembangan maritim di NTB ya memang itu karakteristik dari Provinsi NTB. Memang kuat sektor maritimnya,” katanya.

Belum lagi di sektor pariwisata maritim, di mana NTB memiliki puluhan pantai yang indah dan potensial. “Cuma memang pengembangannya perlu dipikirkan untuk berkelanjutan,” ujar Firman yang juga Kaprodi Diploma III Perpajakan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unram itu.

Sejauh ini, penggarapan sektor agromaritim masih belum maksimal. Namun, beberapa upaya telah dilakukan untuk menggarap sektor ini. “Memang ada beberapa yang sudah eksis. Misalnya ekspor ikan, kita dengar di Teluk Saleh sudah. Bahkan konon nilainya bisa triliunan per tahun ekspor ikan,” ujarnya.

Begitu juga di sektor pariwisata. Beberapa wilayah di Lombok Utara, Lombok, dan Lombok Tengah menurut Firman sudah banyak yang dikembangkan. “Yang paling tua usianya itu Gili Trawangan, Senggigi, terus sekarang Mandalika. Itu kan bagian dari industri maritim. Kalau agronya, misalnya ada rumput laut,” jelasnya.

Meski sudah ada beberapa upaya penggarapan, Firman menilai, pemerintah masih perlu memaksimalkan potensi tersebut dengan dukungan investasi yang berkelanjutan dan memiliki kebermanfaatan.

“Caranya memang, di samping kita memastikan ruang investasi yang menguntungkan, investor juga harus gencar dicari. Kemudian dinilai apakah benar investor itu berpengalaman di sektor maritim,” terangnya.

Menurut Dosen Pascasarjana Unram ini, baik kebijakan maupun program pemerintah mesti memberikan fokus kepada sektor maritim. Dimana nantnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang menjadi leading sector. Selanjutnya, DKP akan mengorkestrasi semua dinas yang ada untuk membangun sektor agromaritim di NTB.

“Jadi tugasnya adalah memastikan bahan baku untuk investasi itu tersedia melimpah, berkelanjutan, juga SDM-nya. Sejauh mana SDM daerah ini bergerak di sektor agromaritim,’’ kata Firman.

Pembangunan sektor agromaritim juga menurut Firman dapat membuka peluang usaha bagi sumber daya lokal. Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan juga akan semakin mudah jika sektor ini menjadi prioritas utama.

“Kemiskinan itu karena tidak ada pekerjaan, penghasilan tidak cukup untuk hidup. Budget linenya terlalu rendah untuk memenuhi kebutuhan. Maka, agromaritim bila investasinya bagus, ruang perkerjaan luas, pendapatan masyarakat bagus, kemiskinan bisa dientaskan secara perlahan,” tuturnya.

Kendati demikian, upaya pembangunan sektor agromaritim tidak lepas dari kendala yang dihadapi. Firman mencatat beberapa kendala yang dihadapi Pemda dalam upaya pengembangan pada sektor agromaritim.

Salah satunya, pola pikir masyarakat yang cenderung berorientasi darat. Artinya, masyarakat masih melihat potensi besar ada di darat. Sementara di satu sisi, orientasi laut masih terbilang kurang.

Kendala tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Iqbal-Dinda. Bagaimana mengarahkan pembangunan daerah yang berorientasi pada agromaritim.

“Biasanya fokusnya pengembangan di sektor darat. Nah dua tahun ini barangkali fokus semua menggerakkan di agromaritim. Kendala-kendala itu saya kira bisa diatasi kalau lagi-lagi kita fokus menyiapkan struktur dan infrastrukturnya,” imbuhnya.

Bagi Firman, Provinsi NTB memiliki keunggulan komparatif di sektor agromaritim. Ia menekankan, jangan sampai keunggulan istimewa tersebut tidak disiapkan secara matang. “Tugas dari pemerintah dan masyarakat tentunya mengembalikan dan mengangkat sektor ini di permukaan. Ekspornya, kemudian pengolahannya, kemudian investasinya, dan SDM-nya (Sumber Daya Manusia),” ucapnya.

Ia berharap agromaritim ini menjadi leading aspek pembangunan daerah. Dengan upaya-upaya seperti diskusi, dan dialog terkait agromaritim dapat menjadi satu langkah tepat untuk mengembangkan sektor tersebut.

“Mudah-mudahan dengan itu mindset kita atau arah keberpihakan ekonomi kita lebih mengarah ke maritim. Kan awalnya dari topik ini potensi. Maka memang betul, agromaritim ini sebagai keunggulan komparatif yang kita punya,” pungkasnya. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO