Tanjung (suarantb.com) – Masyarakat Desa Genggelang bersama Yayasan Youth Ecco Indonesia memberikan sambutan hangat kepada Arkadiusz Mularczyk, anggota Parlemen Uni Eropa asal Polandia, yang berkunjung pada Rabu (13/8/2025). Kunjungan dimulai dengan upacara adat besembek yang dipimpin Amik Kholid, diiringi alunan khas Gong Tebak Dua.
Arkadiusz datang bersama Marian, Konsul Kehormatan Indonesia di Kraków sekaligus Komandan Korps Diplomatik L’Ordre du Temple de Jerusalem. Rangkaian kegiatan ini difasilitasi oleh Pastor Marcin Schmidt dari Gerakan Kepausan Scholas Occurrentes yang juga pendiri 5P Global Movement.
Agus Sastrawan, warga Dusun Penjor Desa Genggelang, menyampaikan, sepanjang hari, Arkadiusz menikmati suasana desa. Ia mencicipi minuman cokelat olahan warga, berjalan di kebun kopi, dan berbincang dengan para siswa di sekolah Dusun Paok Rempek. “Di Dusun Penjor, ia ikut serta dalam kelas belajar bahasa Inggris bersama remaja setempat, bertukar kaos dari lomba mewarnai, serta berfoto bersama warga,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Kepala Desa Genggelang Al Maududi, pembicaraan mengarah pada potensi desa dan filosofi awik-awik, aturan adat yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat. Di kesempatan yang sama, Maududi menerima undangan resmi dari Pemerintah Provinsi Malopolska—provinsi bersejarah di Polandia dengan ibu kota Kraków, kampung halaman Arkadiusz—untuk menjajaki kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan ekowisata.
Sejak 2022, Yayasan Youth Ecco Indonesia di bawah kepemimpinan Walissa Tanaya bekerja sama dengan Desa Genggelang telah menjalankan berbagai program. Mulai dari pendidikan dan ekowisata hingga Aldeas Project, akademi film dan dokumenter internasional yang didukung Aldeas Films serta melibatkan sutradara legendaris Martin Scorsese.
“Dalam 10 hari terakhir, sutradara asal Italia Edoardo Bellino juga hadir memberikan pelatihan gratis bagi warga desa. Berkat dukungan mitra global seperti 5P Global, upaya-upaya ini perlahan mengangkat nama Desa Genggelang hingga dikenal di dunia internasional,” ujar Walissa Tanaya.
Kunjungan ini menjadi agenda pertama Arkadiusz selama berada di Indonesia. Momen ini berlangsung hanya beberapa minggu setelah Presiden Prabowo Subianto mengunjungi parlemen Uni Eropa. Arkadiusz pun mengaku terkesan dengan Pancasila serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi Tetap Satu), yang ia nilai sejalan dengan semboyan Uni Eropa, United in Diversity. (ron/*)



