spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSProses Evakuasi Enam Jam, Mayat Perempuan Diduga Dicor Pacar di Lobar Ditemukan...

Proses Evakuasi Enam Jam, Mayat Perempuan Diduga Dicor Pacar di Lobar Ditemukan di Kedalaman Lima Meter

Giri Menang (suarantb.com) – Mayat NU (27), perempuan yang diduga dicor di Perumahan Geriya Perembun Asri Desa Perampuan Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) oleh pelaku IH (31) ditemukan pada kedalaman sekitar 4-5 meter. Proses penggalian dan evakuasi pun memakan waktu cukup lama.

Pantauan media, proses penggalian mayat yang dicor di lantai rumah sedalam sekitar 5 meter berlangsung sejak pukul 09.00 Wita pagi hingga pukul 15.00 Wita. Pembongkaran dilakukan aparat bersama warga dipantau langsung oleh Kasat Reskrim Polres bersama Kades Perampuan dan Kades Beleka Islahudin. Proses pembongkaran memakan waktu lumayan lama. Warga pun berjubel menyaksikan proses pembongkaran.

Diwawancarai usai proses pembongkaran, M. Saleh, warga Perampuan yang ikut menggali mayat yang dicor mengungkapkan, penggalian memakan waktu cukup lama karena korban ditanam lumayan kedalaman. Setelah hampir 5-6 jam digali, barulah korban ditemukan. “Posisinya kepala di bawah, kakinya tertekuk,” terangnya, Sabtu (23/8/2025) kemarin.

Sementara itu, Kades Perampuan H. M. Zubaidi yang juga ikut menggali menerangkan bahwa pembongkaran cor-coran mayat di lantai rumah dilakukan mulai pukul 09.00 hingga sore hari.

“Butuh waktu sekitar 5-6 jam membongkar cor-coran, karena dicor di atas, lalu ditimbun pasir, dicor lagi, ditimbun lagi pakai pasir. Ada sembilan gumbleng (sekitar 5 meter) kedalamannya, baru mayat ditemukan,” beber Zubaidi, kemarin.

Saat ditemukan, mayat di kedalaman sekitar lima meter, kondisinya sudah membengkak dengan posisi kepala di bawah dan tanpa busana. Tim pun menutup badan pelaku dengan kain yang ada di rumah itu. Bahkan, dari hasil pengamatannya perut korban sedikit membesar. “Kita saksikan tadi, dalam kondisi kepala di bawah, tanpa buasana,” terangnya.

Pada saat evakuasi, terlihat perut korban membesar sehingga diperkirakan tengah mengandung. Namun terkait korban diduga hamil, tentu perlu menunggu hasil pemeriksaan autopsi dari pihak terkait.

Bau Tak Sedap dari Rumah

Dugaan penimbunan mayat dicor ini diketahui sejak Jumat malam bersama tim Polres dan Polsek, hingga akhirnya dilakukan pembongkaran pada Sabtu pagi (23/8/20256). Namun beberapa hari sebelumnya, pihaknya sudah mendeteksi indikasi mayat korban di rumah itu, dari bau tak sedap dari dalam rumah.

Dari perkiraannya, melihat kondisi mayat korban kemungkinan dicor di lantai rumah itu sekitar 4-5 hari. Kondisi tubuh korban masih utuh namun mulai mengeluarkan bau tak sedap. Apakah terlihat tanda penganiayaan? Ia mengaku tidak tahu. Terkait hal ini nanti diperiksa lebih lanjut pihak berwajib. “Karena kami begitu bisa mengevakuasi jenasah korban, langsung di bungkus dan dibawa,” ujarnya.

Kades Islahudin menyampaikan bahwa warganya yang menjadi korban ini sempat diadukan hilang dari rumah tanggal 10 Agustus lalu ke Polsek. Pihaknya pun berupaya mencari tahu keberadaan korban, berkoordinasi dengan aparat pihak Desa Perampuan. Keberadaan korban pun terdeteksi di rumah yang ditempati pacarnya. Sehingga dilakukan proses evakuasi yang cukup lama, sebab lubang seperti sumur sangat kecil, tempat korban ditimbun.

Lebih lanjut, terkait penanganan kasus ini tentu pihaknya menyerahkan ke pihak berwajib. Yang jelas pihaknya atas nama Pemdes dan warga menyampaikan terimakasih kepada pemdes Perampuan serta Aparat kepolisian yang telah berhasil mengevakuasi korban dan mengungkap kasus ini.

Tunggu Hasil Autopsi

Sementara itu, Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap menerangkan bahwa pihaknya dibantu warga mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Mayat korban pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

“Nanti dilakukan autopsi, hasil autopsi itu menjadi bahan untuk sebagai alat bukti kami dalam melakukan penyidikan,” terangnya.

Terkait status tersangka, nanti akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu. “Kita kumpulkan dulu alat buktinya secara lengkap, barulah kita bisa gelar untuk menetapkan status pelaku,” imbuhnya.

Yasmara Harahap mengatakan, proses evakuasi korban memakan waktu karena berada di kedalaman beberapa meter dalam lubang (sumur). Setiap beberapa meter di cor, tidak saja dicor di atas permukaan sehingga butuh waktu lama untuk menggali. Terkait informasi bahwa korban diduga hamil, Kapolres mengatakan itu akan dilihat pada hasil autopsi nanti. (her)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO