Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa memastikan sudah menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED) terkait rencana revitalisasi terhadap bangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK). Revitalisasi itu dilakukan karena kondisi bangunan BLK sangat memprihatinkan.
“Di DED itu muncul angka Rp25 miliar untuk revitalisasi gedung tersebut, karena pelatihan yang baik harus ditunjang infrastruktur yang baik,” kata Kepala Bappeda Litbang melalui Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Andi Kusmayadi, kepada Suara NTB, Senin, 25 Agustus 2025.
Ia melanjutkan, setelah dilakukan revitalisasi, BLK ini nantinya akan didorong menjadi BLUD. Sehingga diharapkan BLK ini bisa lebih mandiri dan tidak lagi bergantung ke Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi.
“Kita akan support dari segi infrastruktur penunjangnya dan kedepan kami mendorong BLK ini bisa lebih mandiri melalui BLUD sehingga tidak lagi bergantung ke pemerintah,” ucapnya.
Strategi kedua yang disiapkan pemerintah lanjut Andi yakni bekerja sama dengan badan usaha yang ada. Hal itu dilakukan karena BLK ini akan menjadi sangat penting seiring adanya proyeksi dari PT AMMAN Mineral untuk menggarap Dodo Rinti termasuk PT Sumbawa Jutaraya (SJR).
“Perusahaan yang membuka lowongan tetap membebankan kepada pelamar memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Maka keberadaan BLK ini menjadi sangat penting untuk menyiapkan itu,” ujarnya.
Ia pun tidak menampik bahwa kebutuhan anggaran pemenuhan sarana yang ada di BLK ini mencapai Rp70 miliar. Hanya saja pemerintah akan melakukan penataan dan penanganan secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan daerah.
“Saya sangat sepakat ketika kebutuhannya mencapai Rp70 miliar, karena di DED yang kita susun hanya menyasar alat beratnya saja belum sarana penunjang lainnya,” tambahnya.
Bahkan untuk penambahan alat beratnya saja membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar belum lagi untuk sektor yang lain. Sebut saja untuk budi daya udang dan industri udang maka anggaran untuk penyiapan sarananya juga cukup besar.
“Kami tetap akan lakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan daerah, tetapi pemerintah pada prinsipnya berkomitmen untuk menyiapkan SDM yang unggul,” sebutnya.
Meurutnya, untuk menciptakan lapangan kerja yang yang kompeten dan siap mengahadapi dunia kerja, perlu ditopang kompetensi khusus. Apalagi di BLK ini memiliki instruktur yang sudah sangat kompeten di bidangnya tinggal dilakukan penataan dan rehabilitasi gedung.
“Instruktur kita sudah sangat kompeten dibidangnya dan kami yakin lulusan dari BLK sudah siap untuk menghadapi dunia kerja sehingga BLK ini perlu direhabilitasi,” timpalnya.
Ia menyebutkan, keberadaan BLK ini sangat penting mengingat sudah ada beberapa perusahaan yang beroperasi di Sumbawa. Sehingga sangat membutuhkan pekerja yang handal serta sudah memiliki keahlian di bidangnya.
“Penyiapan tenaga kerja merupakan tugas penting bagi BLK, makanya revitalisasi bangunan BLK agar lebih representatif menjadi atensi kita saat ini,” tukasnya. (ils)


