Delapan bulan semenjak pertama kali diselenggarakannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mataram pada pertengahan Januari 2025 menuai beberapa catatan.Ā Sejumlah sekolah mengapresiasi keberadaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, tak sedikit pula yang memberikan semacam saran atau catatan.
BERDASARKAN pantauan terhadap pelaksanaan MBG di sejumlah sekolah di Kota Mataram menunjukkan beragam komentar. Seperti halnya di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mataram. Waka Kesiswaan, SMKN 1 Mataram, Nurjannah Azmawati pada Senin, 26 Agustus 2025 mengatakan, untuk proses distribusi MBG ke sekolah terbilang lancar.
Sekitar jam 11.00 Wita, pihak distributor dari SPPG setempat akan datang membawakan ratusan paket MBG ke sekolah. ā(Distribusi) lancar. Sudah ada jamnya. Nanti dia sekitarĀ jam 11.00 Wita datang. Karena kan kita baginya jam 12.15 wita,ā ujarnya kepada Suara NTB.
Sementara untuk menu makanan, Nurjannah menyebut saat ini kualitas makanannya terbilang jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Ia mengungkapkan, pada awal pelaksanaan memang banyak ditemukan permasalahan dalam menu makanannya seperti nasi yang basi. ā(Sekarang) tidak pernah malahan. Tidak pernah ada yang basi,ā sebutnya.
Senada dengan yang disampaikan Nurjannah, salah dua siswa SMKN 1 Mataram turut senang dengan keberadaan MBG di sekolahnya. Shezha siswi kelas XI mengungkapkan bahwa menu MBG selama ini terbilang aman. āLauknya juga enak. Bisa diterimalah sama anak-anak zaman sekarang,ā komentarnya.
Sementara itu Umam yang juga siswa SMKN 1 kelas XI menyebut, bahwa benar pada awal pelaksanaannya, ada makanan yang basi, tetapi saat ini sudah jauh lebih baik. āMungkin karena sering dikasih keluhan jadi bisa diperbaiki,ā ungkapnya.
Di sekolah yang berbeda, tepatnya di SDN 29 Mataram, beberapa siswa memilih tak memakan MBG. Hal itu lantaran, terdapat lauk yang tidak bisa ia konsumsi. Riki, siswa kelas IV mengaku, enggan menyantap MBG sebab salah satu lauk terlalu pedas baginya. āKadang dia pedas makanannya, makanya malas makan,ā celetuknya.
Dari pengakuan Riki, Ia bisa tidak menyantap MBG tersebut hingga 2-5 kali tergantung jika lauknya tidak bisa ia konsumsi karena pedas. Selain karena faktor lauk, ia tidak memakan makanan bergizi itu karena sudah makan terlebih dahulu di rumahnya. āKadang ada juga sudah kenyang. Aku makan di rumah,ā ceritanya.
Dari pantauan, pelaksanaan MBG di SD 29 Mataram berjalan tertib dan kondusif. Sejumlah siswa terlihat lahap menyantap makanan yang dibagikan. Sementara guru, sibukĀ mengarahkan dan mengawasi pelaksanaannya. Adapun menu yang tersaji di antaranya, nasi, sepotong tahu, tiga potong buah naga, telur, dan sayur.
Kepala SDN 29 Mataram, Ahmad Mujitahid mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, pelaksanaan MBG di sekolahnya berjalan dengan lancar. Hanya saja, persoalan yang dihadapinya selama ini terletak pada siswanya yang bosan dengan menu MBG.
Ia memberi catatan agar menunya semakin bervariasi meskipun berbahan dasar yang sama.Ā Seperti halnya tempe yang tidak mesti digoreng, tapi bisa diolah dengan beragam olahan lainnya. āSupaya berbeda dari yang hari-hari sebelumnya. Divariasikan, walaupun bahan makanannya itu sama,ā jelasnya.
Secara umum, antusiasme anak-anak terhadap MBG cukup tinggi. Mujitahid menceritakan, siswa-siswinya jarang sarapan di rumahnya, karena berharap dapat makan di lingkungan sekolah. āTapi setiap hari itu pasti ada yang tidak makan. Nah, itu faktornya seperti yang saya bilang tadi bosan menunya yang kurang variatif,ā tuturnya.
Sementara untuk kualitas menu MBG sendiri, Mujitahid menjamin bahwa sejauh pengamatannya tergolong baik. Pun jika memang terdapat makanan yang bermasalah, pihak sekolah akan segera melaporkan ke pihak dapur. āJadi memang yang dari dapur ini selalu juga komunikasi sama kita kalau ada keluhan. Anak-anak juga diminta untuk menyampaikan keluhannya lewat guru kelas, nanti guru kelas koordinator kami di sini nanti dia yang menyampaikan ke dapur,ā pungkasnya. Ā (sib)


