spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASail Indonesia 2025, Bakal Diikuti 30 Perahu Layar di Labuhan Jambu Sumbawa

Sail Indonesia 2025, Bakal Diikuti 30 Perahu Layar di Labuhan Jambu Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disparpora), Sumbawa, mencatat sedikitnya sekitar 30 kapal yatch atau perahu layar akan mengikuti Sail of Indonesia di Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano tanggal 14-19 September 2025.

“Informasi awal yang kita terima dari event organizer (EO) estimasinya sekitar 30 kapal yang akan mengikuti Sail of Indonesia di Labuhan Jambu. Kami masih menunggu untuk kepastian jumlah pesertanya,” kata Kadis Parpora, Tata Kostara, kepada Suara NTB, Senin, 1 September 2025.

Ia melanjutkan, untuk lokasi kunjungan akan dua titik yakni di Labuhan Jambu sebagai titik utama dan Labuhan Badas. Para yatcher dijadwalkan tiba Tarano tanggal 14 September dan mengikuti acara dari tanggal 14-17 September dan pada tanggal 19 mereka ke Labuhan Badas akan mengunjungi destinasi dalam kota.

“Event Sail of Indonesia, rutin diselenggarakan dan ada sekitar 22 destinasi se-Indonesia yang dikunjungi oleh kapal Yatch salah satunya Sumbawa,” ucapnya.

Ia melanjutkan, di tahun 2025 titik labuhnya dialihkan ke Labuhan Jambu setelah di tahun 2024 dilaksanakan di Pantai Gelora, Kecamatan Rhee. Pemindahan lokasi titik labuh tersebut dilakukan sebagai bentuk pemerataan daerah yang dikunjungi oleh peserta Sail Indonesia.

“Di tahun 2024 untuk sail of Indonesia kita laksanakan di wilayah barat (Pantai Gelora) dan sekarang bergeser ke wilayah timur di Labuhan Jambu sebagai bentuk pemerataan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dari 22 destinasi yang dikunjungi peserta, Sumbawa mendapatkan tempat land off paling banyak. Kalau daerah lain destinasi yang dikunjungi sekitar empat hari itu sudah maksimal sementara di Sumbawa sampai enam hari.

“Kita paling banyak land off-nya, kita berharap bisa memberikan dampak ke perekonomian masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan,” ujarnya.

Ia pun meyakinkan, pemerintah sudah menyiapkan destinasi wisata unggulan sama seperti pelaksanaan di tahun sebelumnya. Bahkan ada dua ikon Sumbawa yang diminati peserta Sail of Indonesia yaitu hiu paus, karapan kerbau, dan wisata budaya lainnya.

“Kalau di desa wisata tentu ada dampak secara langsung, karena para wisatawan pasti akan membeli. Termasuk apa yang dijual di oleh pelaku UMKM seperti kopi kemasan pasti akan dicari,” timpalnya.

Ia menambahkan sebelum pelaksanaan event tahunan tersebut, tentu pihaknya tetap akan melakukan pertemuan lanjutan. Hal itu dilakukan untuk memastikan destinasi mana saja yang siap untuk dikunjungi termasuk jumlah peserta yang mengikuti event itu.

“Tetap akan kita rapat lebih lanjut untuk memastikan destinasi yang akan dikunjungi, sehingga persiapan yang kita lakukan bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO