Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah menyatakan terhitung tahun depan, pemerintah akan turut mengatur kuota penerimaan siswa bagi sekolah swasta. Pengaturan tersebut penting dalam rangka mengatasi fenomena kekurangan siswa di sejumlah sekolah.
Bupati menyebut, terjadinya kekurangan siswa di sejumlah sekolah negeri saat ini turut dipicu penerimaan siswa berlebih oleh sekolah swasta. Sekolah-sekolah tersebut kerap menerima siswa di luar kemampuan kapasitas kelas yang dimilikinya. “Lihat saja sekolah-sekolah (swasta) itu, ada yang menempatkan siswanya belajar bukan di dalam kelas hari ini,” cetusnya.
Bupati mengakui, menjadi hak bagi para wali murid dalam memilih sekolah bagi anak-anaknya. Namun di sisi lain, sekolah harus sadar dengan kemampuannya. Tidak kemudian memaksakan menerima seluruh pendaftar hingga melampaui kapasitas kelas yang dimilkinya.
“Makanya penting membatasi sekolah swasta itu. Dan ini juga sebagai bentuk usaha kita memberikan pelayanan pendidikan yang baik bagi masyarakat,” paparnya.
Mengenai kekurangan siswa di sekolah-sekolah negeri sendiri, Bupati menuturkan, tidak saja terjadi di wilayah Taliwang. Di beberapa kecamatan, terutama yang terdapat sekolah swastanya dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penyusutan yang signifikan. “Ada beperapa selolah SD hari ini, jumlah siswa kelas satunya hanya belasan bahkan ada di bawah 10 anak saja,” ungkapnya.
Fenomena minimnya siswa pada sekolah-sekolah negeri di KSB saat ini memang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat telah menyusun rencana terhadap beberapa sekolah akan dilalukan merger (penggabungan), akibat siswanya yang terus berkurang setiap tahunnya.
Salah satu contohnya, pada SD Negeri 7 Taliwang di Kelurahan Kuang. Sekolah tersebut diwacanakan oleh Dinas Dikbud untuk digabungkan dengan SD Negeri 1 Taliwang yang jumlah siswanya sangat banyak karena menjadi sekolah buruan para orang tua setiap tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Dikbud KSB, Agus sebelumnya menyampaikan, mengabung SDN 7 dengan SDN 1 Taliwang bisa menjadi opsi dalam rangka mengoptimalkan sarana pendidikan yang ada. “Karena kebetulan dua sekolah itu bersebelahan, sehingga pengabungan aset-aset gedungnya lebih mudah. Jadi tidak perlu lagi kita buatkan lokal baru,” imbuhnya. (bug)



