Oleh: dr. I Gede Suaranta
Beberapa tahun terakhir, olahraga semakin populer dan menjadi gaya hidup. Di banyak kota, termasuk di Kota Mataram, NTB, komunitas lari banyak bermunculan dan rutin menggelar kegiatan bersama. Sementara itu, masyarakat yang bepergian ke gym pun semakin ramai, dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh. Fenomena ini memperlihatkan bahwa semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat, terutama kesehatan jantung.
Namun, pertanyaan yang sering muncul kemudian ialah sebaiknya pilih lari atau angkat beban, terutama jika tujuannya untuk menjaga jantung agar tetap sehat?
Lari, Sahabat Jantung yang Tangguh
Lari termasuk olahraga aerobik, tentunya selain bersepeda, yang sejak lama dikenal sebagai olahraga yang baik untuk jantung. Aktivitas ini dapat melatih paru-paru, memperkuat otot jantung, sekaligus melancarkan sirkulasi darah. Menurut American Heart Association (2019), olahraga aerobik dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30 sampai 40 persen.
Selain itu, lari juga memberi manfaat terhadap pikiran. Banyak pelari merasakan efek relaksasi setelah berlari, seolah stres sehari-hari memudar bersama keringat. Dan kita tahu juga bahwa stres punya andil besar dalam memperburuk kondisi jantung.
Angkat Beban, Bukan Hanya Urusan Otot
Sementara itu, angkat beban sering kali diidentikkan dengan tubuh berotot. Padahal manfaatnya jauh lebih luas. Sebuah penelitian di Medicine & Science in Sports & Exercise (2019) oleh Liu dkk. menemukan bahwa latihan beban 1–2 kali per minggu dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke hingga 40 persen, bahkan tanpa olahraga aerobik. Hal ini karena angkat beban membantu mengatur gula darah, memperbaiki metabolisme, serta menurunkan tekanan darah.
Latihan beban juga membantu meningkatkan massa otot. Otot yang sehat membuat metabolisme tubuh lebih efisien, sehingga risiko obesitas sebagai faktor risiko utama penyakit jantung dapat ditekan. Jadi, jelas bahwa angkat beban juga punya kontribusi besar bagi kesehatan jantung.
Kombinasi, Resep Paling Ampuh
Sebenarnya, bukan perkara memilih salah satu dari kedua olahraga tersebut. Kombinasi lari dan latihan kekuatan justru memberi hasil paling baik. Penelitian Lee dkk. (2019) dalam Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa mereka yang menggabungkan olahraga aerobik dan angkat beban memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih rendah dibandingkan yang hanya mengandalkan salah satunya.
Pesan untuk Masyarakat NTB
Tantangan gaya hidup modern seperti konsumsi makanan cepat saji, kurangnya aktivitas fisik, dan tingginya angka hipertensi semakin meningkatkan risiko penyakit jantung.
Masyarakat tidak perlu bingung memilih olahraga, cukup gabungkan lari atau jalan cepat dengan latihan kekuatan sederhana seperti push-up, squat, atau menggunakan beban botol air di rumah. Lebih baik lagi bila dilakukan bersama komunitas agar lebih konsisten dan lambat laun dapat menjadi kebiasaan. Aktivitas ini tidak memerlukan biaya yang besar, tetapi dampaknya sangat signifikan bagi kesehatan jantung kita.
Penutup
Jadi, apakah lari lebih baik daripada angkat beban? Jawabannya keduanya sama-sama penting. Lari memperkuat daya tahan jantung dan paru, sementara angkat beban menjaga metabolisme yang diperlukan juga ketika masa tua dan mengurangi risiko penyakit penyerta. Jika digabungkan, keduanya menjadi resep ampuh untuk menjaga jantung tetap sehat hingga masa tua nanti. (*)
Referensi:
• American Heart Association. (2019). The Benefits of Aerobic Exercise on Cardiovascular Health.
• Liu, Y., et al. (2019). Resistance exercise, independent of and combined with aerobic exercise, reduces the risk of cardiovascular disease. Medicine & Science in Sports & Exercise, 51(9): 1847–1855.
• Lee, D. C., et al. (2019). Combined impact of aerobic and resistance exercise on cardiovascular mortality. Journal of the American College of Cardiology, 73(12), 1453–1462
Ilustrasi (sumber: www.canva.com)

