Mataram (Suara NTB) – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan kesiapan penuh Sirkuit Mandalika untuk menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2025 yang akan digelar pada awal Oktober mendatang. Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyatakan bahwa seluruh infrastruktur utama telah hampir rampung.
Priandhi menjelaskan bahwa persiapan teknis mulai dari tribun penonton, area paddock (pedok), hingga sistem kelistrikan dan elektronik kini berada di tahap akhir. Meski begitu, beberapa logistik dari Dorna Sports, selaku promotor MotoGP, masih ditunggu kedatangannya.
“Kalau dibilang persiapan 100 persen, kita sudah siap. Tapi masih menunda sedikit karena barang-barang utama dari Dorna belum tiba. Biasanya logistik mereka datang pada Selasa minggu balap,” ungkap Priandhi pada Rabu, 10 September 2025.
Tribun A hingga K dan grandstand juga telah disiapkan dengan beberapa bagian direnovasi dan ditambahkan penutup untuk kenyamanan penonton.
MGPA menargetkan penjualan tiket MotoGP Mandalika 2025 sebesar 121 ribu lembar, sama seperti tahun sebelumnya. Hingga saat ini, penjualan tiket baru mencapai 20–30 persen. Namun, Priandhi optimistis penjualan akan melonjak jelang hari H.
“Biasanya menjelang hari balapan penjualan naik drastis. Apalagi semua pembalap top dunia akan hadir. Ini akan menjadi daya tarik besar bagi penonton lokal maupun internasional,” jelasnya.
Priandhi menekankan bahwa peran media sangat krusial dalam membangun semangat dan kesadaran publik terhadap gelaran MotoGP di Indonesia. Ia mengajak seluruh pihak untuk ikut mempromosikan event ini.
“Media itu nomor satu dalam strategi kami. Kedua, suka atau tidak, kita harus dukung event besar ini yang sudah disiapkan pemerintah. Sirkuitnya sudah ada, jadi mari kita manfaatkan,” tegasnya.
Meski antusiasme tinggi, MGPA menyadari bahwa akses menuju Lombok masih menjadi tantangan, terutama dari sisi penerbangan internasional langsung. “Jumlah penerbangan langsung masih sedikit, sementara permintaan tinggi. Banyak penonton dari luar negeri harus transit di Bali atau Jakarta,” kata Priandhi.
Event MotoGP di Mandalika tidak hanya menjadi ajang balap kelas dunia, tetapi juga berkontribusi besar terhadap perekonomian lokal NTB. Pengeluaran dari penyelenggara mengalir langsung ke masyarakat, mulai dari sewa tenda, konsumsi untuk ribuan relawan, hingga pemberdayaan UMKM lokal. “Uang yang kami keluarkan semua masuk ke ekonomi lokal. Ini manfaat yang sangat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk memperluas dampak sosial, MGPA dan Dorna menghadirkan program edukatif seperti “Dorna Goes to School” dan undangan kepada 1.000 pelajar untuk menyaksikan langsung aktivitas tim MotoGP di garasi pada Jumat sebelum balapan. “Anak-anak bisa melihat langsung kerja mekanik, pembalap, dan atmosfer paddock. Ini akan menumbuhkan mimpi besar di kalangan pelajar,” ungkap Priandhi.
Program ini diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk memiliki cita-cita besar dan terlibat dalam dunia motorsport. “Tanpa mimpi, hidup hanya rutinitas. Lewat MotoGP, kita ingin anak-anak berani bermimpi dan mengejarnya,” tambahnya.
Dengan segala persiapan dan dukungan yang terus digenjot, Priandhi optimistis bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 akan berjalan sukses. “Ini bukan sekadar balapan. Ini momentum besar untuk NTB dan Indonesia. Jadi mari kita sama-sama membesarkan event ini,’’ katanya. (bul)

