spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATBupati Pastikan Kontrol Ketat Proyek Alun-alun dan Plaza GMS

Bupati Pastikan Kontrol Ketat Proyek Alun-alun dan Plaza GMS

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek Alun-Alun Kota Gerung Lombok Barat (Lobar) mulai dibangun Pemkab Lobar. Proyek ini merupakan bagian dari rencana penataan Kota Gerung yang menjadi target Bupati H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha di tahun ini.

 Jadi (penataan Kota Gerung), Alun-alun, kemudian jogging track, tembok depan, Colosseum dan penataan Plaza Giri Menang Square (GMS),” ungkap Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa LAZ itu menargetkan pembangunan semuanya bisa rampung di akhir Desember 2025 ini. Sehingga awal Januari pihaknya bisa meresmikan untuk dinikmati warga Lobar.

“Karena tahun depan saya punya rencana mau masang videotron 10×5 di atas tanda (tulisan) kantor bupati, sehingga setiap aktivitas-aktivitas publik semuanya terpusat di lapangan (alun-alun) untuk nonton bersama,”ujarnya.

Demi memastikan pembangunan itu bisa tepat waktu selesai, LAZ mengaku akan tetap mengontrolnya setiap hari. Karena ia sudah lebih awal meminta pihak pelaksana untuk mulai mengerjakan sejak awal.“ Saya bilang jangan lihat waktu yang pendek, tetapi kerjakan mulai dari hari ini. Buktinya setalah kontrak sehari setelahnya langsung mulai dan on the track,” klaimnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, Ahmad Legiarto menerangkan item pengerjaan pembangunan alun-alun dan jogging track itu dimulai dari penebangan pohon di Kawasan kantor Bupati Lobar dan perobohan tembok kantor bupati. Kemudian nantinya akan  ada pemindahan lapangan tenis ke belakang kantor bupati Lobar.“Rencananya nanti seperti sport center,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan penataan Kota Gerung itu terbagi untuk beberapa pengerjaan. Di  antaranya pembangunan komplek alun-alun anggarannya mencapai sekitar Rp7,1 miliar.  Kemudian revitalisasi GMS mencapai sekitar Rp 5,75 miliar dan pembangunan gedung DPRD Lobar sekitar Rp 2,7 miliar. Seluruhnya dianggarkan melalui pengeseran anggaran pada APBD murni 2025 lalu.

 Sementara itu Sekretaris Dinas PUTR Lalu Ratnawi mengatakan hujan menjadi atensi pihaknya dalam mengerjakan proyek. Pihaknya pun telah menyiapkan langkah mitigasi.

“Mengantisipasi curah hujan dan cuaca tidak menentu, kami di Dinas PU sudah menyiapkan migrasi dan risiko-risiko terkait hujan ini,” katanya.

Beberapa titik proyek yang dilaksanakan beresiko terdampak hujan, hal ini pun sudah dirapatkan dengan tim teknis dan pengawas lapangan untuk segera melihat timeline dan schedule pekerjaan yang harus dituntaskan. Beberapa titik diakui krusial, seperti jembatan, ILPT dengan cuaca ini. Namun pihaknya bersama tim di lapangan sudah melakukan mitigasi, sehingga risiko itu bisa diantisipasi. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO