spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATMenjawab Tantangan Bupati Lobar: Kepala OPD Terapkan Digitalisasi Maksimalkan PAD, Perkuat Telaahan...

Menjawab Tantangan Bupati Lobar: Kepala OPD Terapkan Digitalisasi Maksimalkan PAD, Perkuat Telaahan dan Analisis ke Bupati

Giri Menang (suarantb.com) – Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lombok Barat (Lobar) yang baru tak mau menunggu waktu lama, mereka langsung bekerja setelah dilantik Bupati Lobar, Senin (8/9). Ada yang sudah melangsungkan serah terima jabatan dan menyiapkan terobosan membenahi tata kelola dengan menerapkan digitalisasi untuk memaksimalkan PAD. Dan memperkuat telaahan dan analisis ke Bupati untuk menangani persoalan yang masih menjadi Pekerjaan Rumah di Lobar.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lalu Agha Farabi, menerangkan sesuai arahan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini, OPD diminta kerja cepat, tetapi harus tepat. Tidak boleh keluar dari peraturan perundang-undangan.  Selanjutnya, perbaikan tata kelola, dan harus berinovasi. Tidak bekerja rutinitas saja.

“Inovasi-inovasi sudah kami siapkan, terkait dengan tata kelola pasar, bagaimana PAD bisa optimal, ini kami sedang menyiapkan sistem digitalisasi bagaimana supaya pelaporan PAD itu real time kami bisa pantau, kami sedang membangun sistemnya,” katanya, Rabu (10/9/2025).

Dengan sistem digitalisasi ini semuanya serba transparan. Sebab dari sistem aplikasi itu, menggambarkan potret pasar secara keseluruhan dan performance masing-masing pasar. Dari situlah nantinya diketahui di mana letak kekurangannya untuk kemudian diintervensi. Apakah SDM, sistemnya yang keliru ataukah sarana prasarananya. Sehingga pihaknya bisa mendapatkan laporan dari pasar per harinya secara real-time.

“Begitu pula PAD bisa langsung kami lihat day by day, karena itu digitalisasi itu penting bagi saya untuk bisa memotret pasar ke depannya,” imbuhnya.

Tekan Kebocoran PAD

Digitalisasi ini juga langkah awal untuk menekan kebocoran PAD. Artinya pembenahan tata kelola ini dilakukan bertujuan menekan penyimpanan dan kebocoran. Pihaknya pun sudah konsolidasi dengan jajaran, termasuk bidang perdagangan yang strategis untuk menggali informasi seputaran persoalan di pasar.

Kebetulan, kata dia, kepala bidangnya yang baru dari Bapenda juga mengurus pasar, sehingga paham soal itu. Lebih-lebih tugas Perindag ini akan semakin bertambah, karena akan mengelola pasar, parkir maupun sampahnya. Sehingga hal ini yang disiapkan langkah-langkahnya.  

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Ahmad Subardi menyampaikan terkait tupoksi nya sebagai Staf Ahli Bupati sesuai arahan bupati khusus pada kemasyarakatan dan SDM. “Kami perkuat telahaan dan analisis, jadi saya minimal satu telaahan atau analisis per bulan,” jelasnya.

Staf Ahli tidak saja membuat telaahan saja, namun menganalisis sesuai bidang untuk disampaikan ke Bupati. Pihaknya memperkuat peranannya dalam memberikan telaahan dan kajian analisis kepada bupati.

Terdapat beberapa domain bidangnya, yakni pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, aparatur dan kemasyarakatan. Beberapa bidang ini yang menjadi konsentrasinya ke depannya.  Pada bidang kemasyarakatan, terkait database pondok pesantren, yayasan dan lainnya. Ini kaitan dengan beasiswa SD, SMP, dan bantuan untuk ponpes yang menjadi program prioritas bupati.

Menurutnya perlu dirumuskan mana yang nantinya disubsidi Pemda, dan orang tua dan lainnya bagi anak. Termasuk pihaknya mendorong penguatan Baznas, agar lebih maksimal ke depan.

Beberapa Inovasi

Ke depan, kata dia, ia menyampaikan beberapa inovasinya untuk meningkatkan zakat Pemkab Lobar. Di antaranya, Baznas didorong untuk menarik zakat pertanian, baik padi, jagung dan lainnya. Ia juga mendorong nantinya agar zakat aset daerah yang mencapai 150 hektare bisa dimaksimalkan. Salah satu caranya, nanti syarat perpanjangan kontrak pada bulan November harus bayar zakat.

Selain itu, zakat toko dan kios yang ada di Lobar memiliki potensi yang cukup besar dengan jumlah toko Pemda mencapai 561 unit. Selain itu, los pasar Pemkab yang berjumlah 1.867 perlu dimaksimalkan membayar zakat . “Nantinya, pada perpanjangan sewanya disyaratkan sudah bayar zakat,” ujarnya.

Menyangkut SDM, ada dua yakni aparatur dan masyarakat. SDM aparatur sebutnya, berdasarkan data kompetensinya sebagian besar atau sekitar 51,65 persen zona merah atau tidak kompeten. Pada aspek kemampuan aparatur Lobar, masih tidak memenuhi standar kompetensi. Dari data base pegawai, aparatur yang berusia tua lebih dari 47 tahun mencapai 55 persen, artinya mereka ini termasuk dalam 51,65 persen tersebut. Kondisi ini menurutnya secara umum tidak saja di daerah melainkan secara nasional.

Untuk itu, pihaknya pun mendorong BKD naik kelas dari B ke A. Artinya ada tambahan bidang pembinaan kompetensi yang khusus membina pegawai. Selain perlu perlu ditingkatkan peningkatan kapasitas bagi aparatur melalui online atau zoom meeting, sebab kalau melakukan pelatihan, bimtek atau workshop, terbentur anggaran.

Di bidang SDM masyarakat lanjut dia, tak kalah berat tantangannya. Contohnya, di bidang pendidikan beban ganda. Di mana rata-rata lama sekolah rendah, pada angka 6,8 tahun atau baru masuk SMP.  Ditambah lagi minat baca rendah. “Jadi beban ganda, termasuk literasi dan numerasi rendah,” imbuhnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO