Giri Menang (suarantb.com) – Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wabup Hj. Nurul Adha (UNA) terus bergerak cepat dan inovatif untuk menyukseskan programnya maupun program nasional, salah satunya Sekolah Rakyat (SR). Setelah menyelesaikan SR tingkat Sekolah Menengah Pertama (SR-SMP) Rintisan di Sentra Paramita, giliran SR tingkat Sekolah Dasar (SR-SD) di SKB Gunungsari. SR SD ini pun telah rampung direnovasi dan mulai beroperasi tanggal 22 September ini.
LAZ mengatakan bahwa ia bersama Wabup meninjau persiapan SR yang ada di SKB Gunungsari. “Alhamdulillah semua berjalan dengan baik, pembangunannya berjalan dengan baik, yang paling penting muridnya sudah tersedia dengan kapasitas yang kapasitas yang diharapkan sebanyak 100 siswa,” terang LAZ, Jumat (12/9/2025).
Ia pun berharap SR SD ini berjalan dengan baik, sambil menunggu proses pembangunan SR yang ada direncanakan di Kuripan. Untuk sementara ini murid SD dititip di SRSD Rintisan ini, begitu selesai pembagunan SR di Kuripan langsung bisa pindah ke sana. “Saya berharap SR ini berjalan dengan baik, dan ini adalah bagian program dari pemerintah pusat untuk betul-betul memastikan seluruh rakyat Indonesia bisa sekolah dengan layak dan haik,” imbuhnya.
Lebih lanjut LAZ mengatakan, SKB Gunungsari ini mulai dibuka untuk proses belajar mengajar pada pertengahan bulan ini. Sejauh ini SKB itu sudah selesai direnovasi, ruangan kelas, Asrama dengan fasilitas-fasilitas lengkap. Pihaknya berinisiatif menerima murid lebih dulu, karena bagian dari upaya atau strategi memastikan bahwa Lobar bisa memperoleh SR yang rencananya dibangun di Kuripan.
Selain itu, Pemkab bisa mendapatkan program renovasi atau rehablitasi SKB Gunungsari, dengan fasilitas yang lengkap dan baru. Diprediksi, SR itu selesai dibangun 2-3 tahun. Sehingga begitu selesai dibangun, anak-anak pindah kesana, dan SKB yang telah direnovasi itu bisa dikelola oleh Pemkab untuk kegiatan yang lain. “Tapi sudah baru, direhab dengan anggaran kira-kira Rp4 miliar,”pungkasnya.
LAZ menambahkan, tim Kemenkopolkam RI pun telah turun ke Lobar untuk membangun sinergi dan memastikan bahwa seluruh program pemerintah pusat, terutama unggulan Kopdeskel Merah Putih, MBG, SR berjalan lancar. Sementara itu, kepala Dinas Sosial H. L. Winengan menyampaikan kegiatan belajar mengajar di SDSR di SKB Gunungsari dimulai tanggal 22 September. “MPLS mulai 22 September,” ujarnya.
Siswa pun telah diseleksi sebanyak 100 orang. SK penetapan telah diusulkan ke Bupati. Untuk tenaga pengajar sendiri telah disiapkan lima orang. Kepala SR itu dijabat oleh kepala SMP Gunungsari. Sementara itu, pengelola SRSD Lombok Barat merasa bersyukur dan bangga menerangkan dengan adanya SR SD di SKB Gunungsari.
Harapannya ke depan semua keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem bisa menikmati pendidikan di SR yang nantinya diharapkan bisa memutus kesenjangan ataupun kemiskinan keluarganya. Sehingga anak-anak ini diharapkan mengangkat derajat ekonomi orang tuanya dan menjadi tumpuan keluarganya, daerah, dan bangsa. (her)

