Giri Menang (Suara NTB) – Sebagai lembaga kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat (Lobar) senantiasa berupaya menjalankan pengelolaan keuangan dan tata kelola kelembagaan secara terbuka, profesional, dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Salah satu upaya untuk memastikan tranparansi dan akuntabilitas tersebut, PMI melakukan audit internal melibatkan lembaga independen.
“Hingga saat ini, proses audit dan evaluasi pengelolaan keuangan oleh kantor akuntan publik independen masih sedang berjalan sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas organisasi,” kata Ketua PMI Lobar Haris Karnain kepada media di Markas PMI provinsi, Rabu (13/5/2026).
Audit dilakukan jauh sebelum isu liar yang beredar terkait tuduhan dugaan korupsi. Hasil final dari proses audit tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama PMI Pusat selaku pembina dan pengarah PMI di seluruh Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya PMI Lombok Barat dalam menjaga tata kelola lembaga yang akuntabel serta memperkuat kepercayaan publik terhadap organisasi. “Ini bentuk perhatian, kritik, dan masukan dari masyarakat merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pendewasaan lembaga,” kata Haris.
Ke depan, tutur Haris, PMI Lombok Barat akan tetap fokus menjalankan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat serta terus memperkuat tata kelola lembaga yang transparan dan akuntabel. PMI Lombok Barat juga terbuka kepada seluruh pihak yang ingin memperoleh informasi terkait layanan maupun program-program kemanusiaan yang dijalankan
Menyikapi laporan masyarakat ke kejaksaan terkait tuduhan dugaan korupsi, Haris mengaku sangat menghormati seluruh proses yang berjalan. Pihaknya pun tetap berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan kemanusiaan yang terbuka, profesional, dan bertanggung jawab. (her)

