BerandaNTBLOMBOK BARATDemi Bisa Sekolah, Anak-anak Teluk Gok Lobar Tempuh Jalan Terjal dan Berbatu

Demi Bisa Sekolah, Anak-anak Teluk Gok Lobar Tempuh Jalan Terjal dan Berbatu

 

Giri Menang (Suara NTB) – Anak-anak di Teluk Gok Dusun Medang Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) harus berjuang keras untuk bisa mengenyam pendidikan demi masa depan mereka. Anak-anak yang seharusnya terjamin dari sisi akses pendidikan justru harus menempuh bahaya, terjalnya jalan yang penuh bebatuan untuk ke sekolah.


Setiap pagi, sejumlah anak menenteng tas ransel dan sepatu tampak melewati jalan rusak dan berbatu. Mereka seperti anak pada umumnya riang gembira membawa tas di punggung dan menenteng sepatu agar tidak kotor terkena lumpur di jalan. Bahkan, anak-anak memilih menggunakan sandal, karena sering kali sepatu mereka rusak akibat medan yang berat.


Namun, di tengah kondisi itu, sesekali mereka terlihat bersenda gurau, seolah sudah tertempa fisik dan dan mentalnya melalui jalur bahaya yang bisa saja mengintai akibat jalan terjal dan serangan binatang liar. Bukan saja melewati jalan berbahaya, mereka juga menempuh jalan jauh, berkilo-kilo meter naik-turun beberapa tanjakan baru bisa tiba ke sekolah.


Kisah ini pun bukan cerita baru, tetapi bertahun-tahun lamanya anak-anak di daerah itu, bahkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga setempat. Generasi bangsa itu pun berharap peran dan perhatian pemerintah intim membangunkan jalan di daerah mereka. Harapan mereka tidak besar, hanya berharap dibangunkan jalan yang telah lama rusak parah agar mereka bisa mengenyam pendidikan dengan nyaman dan aman. Warga setempat telah mendambakan jalan itu ditangani pemerintah.


Persoalan jalan ini pun pernah menuai aksi protes warga. Mereka menuntut jalan itu segera diperbaiki. Dalam protesnya, warga mengeluhkan jalan tanah yang tak kunjung dibangun pemerintah. Akibatnya, semua aktivitas warga nyaris lumpuh. Tidak saja aktivitas sehari-hari ke sekolah, perekonomian, berjualan dan pelayanan kesehatan.


“Anak-anak kami tidak pernah mendapatkan MBG gara-gara jalan rusak, tidak bisa masuk kendaraan ke daerah kami. Kami sudah muak dan habis kesabaran, karena kondisi jalan ini,” protes salah satu warga di hadapan kepala desa.


Anak-anak setempat harusnya setiap hari mendapatkan program MBG. Namun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak bisa masuk ke daerah itu akibat kondisi jalan rusak. “Jangankan bisa memperoleh MBG, anak-anak ke sekolah saja sangat sulit. Keadaan jalan kami sangat memperihatinkan,” tegas warga.


Kondisi hujan menyebabkan jalan berkubang lumpur, licin, dan berbatu. Sehingga anak-anak tidak ke sekolah, bahkan jika anak-anak nekat ke sekolah mereka rela kakinya mengalami luka-luka karena terjatuh di jalan rusak tersebut. Warga mengaku sudah lelah dijanjikan untuk penanganan jalan itu, namun tidak ada satu pun yang terealisasi. Aksi ini pun dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat pada pemerintah.


Sementara itu, Kades Sekotong Barat H. Saharudin mengatakan kondisi jalan tanah itu memang bertahun-tahun rusak parah. “Kami dari desa berupaya menangani (menimbun) tapi keadaan jalan itu rusak parah,” kata dia.


Pihaknya hanya bisa sebatas menimbun jalan itu, karena kondisi keuangan desa yang tak mencukupi secara permanen jalan tanah tersebut.


Panjang jalan itu sekitar 2 kilometer dari jalan aspal hingga daerah Telaga Lupi. Akses jalan kabupaten itu bisa langsung tembus ke Teluk Gok dan Gerisak, Dusun Medang. Rencananya ia akan membuka jalan tersebut. “Kalau ditotal panjangnya hampir 4 kilometer,” sebutnya.


Jalan ini sangat vital bagi warga setempat karena di daerah itu bermukim sekitar 150 KK, terpencar di beberapa daerah. Di daerah itu juga ada fasilitas pendidikan yang mana anak-anaknya mendapatkan program MBG.


Di daerah itu juga memiliki potensi besar, dari sisi perikanan dan pariwisata, karena di sana ada wisata Goa Landak, yang ramai dikunjungi pengunjung. Parahnya lagi, ketika musim hujan warga setempat selalu menjadi langganan banjir rob. Pihak desa sudah dua kali menganggarkan untuk talud pantai ini, tetapi air laut tetap saja meluap.


Pihaknya juga sudah mengusulkan melalui Musrenbang, tetapi tidak bisa masuk. “Mudah-mudahan melalui aksi warga ini pemerintah mau tangani, karena kami lelah melihat warga,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan, semua infrastruktur sudah dipetakan pihaknya. Infrastruktur ini nantinya secara bertahap akan tangani pihaknya. “Semua infrastruktur sudah kami petakan untuk secara bertahap kami tangani,” kata Ratnawi. (her)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO