spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSPengabdian Dosen FKIP Unram, Dorong Guru Kuasai Literasi PISA dan Media Digital

Pengabdian Dosen FKIP Unram, Dorong Guru Kuasai Literasi PISA dan Media Digital

Mataram (suarantb.com) – Tantangan pendidikan abad 21 menuntut guru tidak hanya menguasai pedagogi konvensional. Namun, juga memahami asesmen literasi internasional serta memanfaatkan teknologi digital. Hal inilah yang menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar oleh tim dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Mataram (Unram), di Aula SMPN 13 Mataram, Sabtu, 13 September 2025.

Dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, kegiatan ini dibuka langsung oleh Pengawas Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs dari Dinas Kota Mataram, Joko Suroso, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja sama yang baik dan berkelanjutan antara MGMP SMP Kota Mataram dengan FKIP Unram dalam upaya peningkatan literasi siswa, khususnya di Kota Mataram.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs Kota Mataram, Ahmad Hambali, S.Pd., Gr. juga menegaskan dalam sambutannya bahwa program ini telah dirancang sejak awal tahun. Program ini menjadi momentum penting bagi guru untuk meningkatkan kapasitas mereka. Terutama dalam literasi membaca berbasis standar PISA dan pemanfaatan media digital.

“Literasi PISA dan teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru perlu membekali diri agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” ujar Hambali.

Memahami Literasi PISA dan Konteks Lokal Lombok

Materi pertama disampaikan oleh Januari Rizki Pratama R., M.Hum., yang menekankan strategi pembelajaran berbasis PISA. Ia menjelaskan bahwa literasi membaca PISA (Programme for International Student Asesment) tidak hanya menuntut siswa memahami teks. Namun juga menganalisis, mengevaluasi, hingga menyintesis informasi dari teks otentik.

Lebih lanjut, pemateri berikutnya, Marlinda Ramdhani, M.Pd., menyoroti pentingnya konteks lokal dalam instrumen literasi membaca. Menurutnya, salah satu kelemahan dari hasil literasi membaca siswa di Lombok adalah minimnya keterpaparan teks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

“Padahal, teks dengan muatan lokal seperti budaya, tempat, atau transportasi di Lombok bisa menjadi bahan literasi yang lebih bermakna bagi siswa. Tentunya dengan tetap mematuhi standar PISA” jelas Marlinda.

Dalam sesi ini, guru dibagi ke dalam lima kelompok. Mereka berlatih merancang soal literasi membaca berbasis PISA sesuai tujuh aspek penilaian. Mulai dari jenis teks, konteks, proses kognitif, hingga tujuan membaca.

Wayground, Media Tes Digital Abad 21

Sesi berikutnya diisi oleh Pipit Aprilia Susanti, M.Pd., yang memperkenalkan Wayground – platform pembelajaran interaktif berbasis permainan yang sebelumnya bernama Quizizz. Aplikasi ini disebut sejalan dengan konsep Game-Based Learning yang marak di era digital.

Dengan fitur premium yang menyediakan variasi soal seperti menjodohkan, seret-lepas, penanda, hingga drop-down, Wayground dinilai sangat sesuai untuk mengukur kemampuan literasi membaca berbasis PISA.

Tim dosen FKIP Unram berfoto bersama dengan guru yang mengikuti pelatihan di Aula SMPN 13 Mataram, Sabtu, 13 September 2025. (suarantb.com/ist)

“Integrasi teknologi dalam pembelajaran bukan hanya memotivasi siswa. Tetapi juga memudahkan guru dalam melakukan asesmen secara cepat dan akurat,” terang Pipit.

Guru peserta tampak antusias mencoba aplikasi ini dengan memanfaatkan akun premium yang telah disediakan tim pengabdian. Soal-soal yang mereka rancang sebelumnya kemudian diolah menjadi tes interaktif berbasis Wayground.

Luaran Konkret untuk Guru dan Siswa

Program pengabdian ini tidak berhenti pada pelatihan. Tahap lanjutan berupa uji ahli dan uji butir soal dilakukan dengan melibatkan sejumlah SMP/MTs di Kota Mataram. Dengan demikian, instrumen yang dihasilkan dapat dipakai guru sebagai alat ukur literasi membaca siswa secara lebih valid, kontekstual, dan berstandar internasional.

Kegiatan ini didanai dari Hibah DPPM Kemdiktisaintek 2025 dan menjadi salah satu bentuk kontribusi FKIP Unram dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Dengan kolaborasi antara dosen, pengawas, dan guru melalui wadah MGMP, diharapkan upaya ini dapat memperkuat kapasitas pendidik. Sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya literasi membaca dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO